
Mojokerto,Sekilasmedia.com-Do’a bersama untuk memohon perlindungan dan rasa syukur kepada yang kuasa dan juga demi keutuhan NKRI, Selasa ( 7/9/2021) telah digelar Padepokan Telasih 87 Desa Sumber Girang Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, yang dikemas dengan nama kegiatan malam tutup Suro.
Selain dari Padepokan Tlasih 87 kegiatan kali ini juga dihadiri para aktivis LSM dan Penggiat budaya di Mojokerto dengan tema pokok, “meraih kembali kejayaan nusantara yang agung dan Adiluhung,” ujar Gus Wiro Kandeg selaku pendiri dan juga penasehat
Padepokan Tlasih 87.
Tampak hadir dalam kesempatan ini beberapa Tokoh LSM Mojokerto seperti makhroji Machfud ketua LPR ( lembaga pemberdayaan rakyat), Kartiwi Suluk Aji dan juga ketua dari LSM Perhutani, Ahmad Sutaji sebagai ketua laskar Mojopahit benteng Nusantara NKRI, Koderi dari LIRA (lumbung informasi rakyat), Alex dari APEL ( aliansi penyelamat lingkungan ), Bang Jhon Delta corruption watch, Edy Weliang Peci Merah, Sumidi LP3NKRI, serta tokoh-tokoh ormas maupun tokoh agama. Sekitar 200 Undangan yang semuanya dengan menggunakan Prokes Covid-19.
Pendiri Padepokan Tlasih 87 yang akrab disapa Gus Wiro Kandeg menyampaikan, ucapan terima kasih atas kebersamaan aktivis LSM dan penggiat budaya Mojokerto, hanya dengan acara seperti ini ternyata sangat kompak dan penuh persahabatan telah terjalin,” ungkap Gus Wiro.
Gus Wiro menambahkan, dalam kegiatan ini juga ada penyerahan buku pedoman mengenai BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) yang berkantor di Trowulan Mojokerto, Perwakilan dari BPCB Daryanto memberikan secara simbolis buku panduan kepada yayasan telasih yang diwakili Gus Wiro dari Yayasan Tlasih 87, dan dilanjutkan yayasan Telasih 87 membagi ratusan Kitab Suci Al-Qur’an dibagi kepada para undangan yang hadir.
Untuk diketahui sebelum prosesi kegiatan Do’a bersama berlangsung, kegiatan diawali dengan sholawat kelompok musik banjari, selanjutnya doa demi doa telah dilangsungkan untuk keutuhan NKRI,” pungkas Gus Wiro.(wo)





