Daerah

Dimasa Pandemi Covid-19 Seniman Dangdut Juga Butuh Makan

×

Dimasa Pandemi Covid-19 Seniman Dangdut Juga Butuh Makan

Sebarkan artikel ini
Penyanyi dan musisi dangdut lokal saat mengisi panggung hiburan

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Sudah lebih dari dua tahun akibat pandemi covid-19, dampaknya sangat dirasakan oleh banyak kalangan masyarakat, secara ekonomi dampak covid juga dirasakan oleh seniman dangdut lokal.

Sejak bulan Maret 2020 hingga saat ini seniman dangdut lokal hampir tidak ada masukan, lantaran tidak ada job manggung. Sebelum Pandemi, mereka mencari rezeki dengan cara menghibur masyarakat baik secara panggung terbuka maupun panggung indoor atau panggung didalam lokasi hajatan.

Namun hingga saat ini, selain gak ada yang berani untuk ngejob, ketika sempat mendapatkan job juga dilarang oleh Satgas covid-19, terkadang juga dibubarkan bahkan alat musik sempat disita oleh aparat sebagai barang bukti.

Disinilah rasa prihatin sangat dirasa oleh seniman dangdut, hal ini dirasakan baik kalangan musisi maupun penyanyi.

Untuk diketahui bahwa para Seniman musik dangdut selain mereka berkarya untuk Negeri, Ia juga mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya. Ia tetap berjuang demi bertahan hidup dan jangan sampai anak istrinya tidak makan.

BACA JUGA :  JMSI Malang Raya Apresiasi Gerakan Kemanusiaan “NGALAMALANG: Sound of Humanity”

Seperti yang dirasakan salah satu artis lokal asal Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Ina Rosita (25), Ia terpaksa harus berjuang demi keluarganya dengan banting setir menciptakan pekerjaan baru yakni dengan menjual susu segar yang ditawarkan baik melalui online maupun dijual secara langsung di wilayah tempat tinggalnya.

Namun yang dilakukan Ina tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Tak hanya itu, selain menjual susu segar Ia juga menjual ayam potong, tetapi Dia tetap kalah dengan pedagang yang sudah kawakan.

Apa yang dilakukan Ina dalam masa Pandemi, Dia tak pernah putus asa, job panggung hiburan tetap diterima meskipun ketika mengisi panggung hiburan sering kali harus dibubarkan oleh satgas covid-19.

,” Saya tetap terima job, namun job juga sering dibatalkan, apabila tidak batal ditengah acara juga sempat dibubarkan oleh Satgas Covid-19,” ungkap Ina, Rabu (20/10/2021).

BACA JUGA :  Kodim Bojonegoro, Bersama Unigoro dan Hipakad Kompak Laksanakan Serbuan Vaksinasi Nasional

Melihat persoalan diatas, saya berpendapat agar pemerintah bersama jajaran samping baik TNI maupun Polri yang tergabung dalam satgas covid-19, agar memberikan solusi yang terbaik, jangan asal dibubarkan begitu saja saat ada hiburan dari seniman dangdut.

Silahkan dibubarkan apabila disaat acara hiburan tersebut betul- betul melanggar protokol kesehatan dan terjadi kerumunan, sebab itu juga berbahaya cenderung dengan penularan covid-19.

Misalnya tidak melanggar protokol kesehatan (Prokes), tolonglah diberi kesempatan seniman dangdut untuk mencari rezeki, mereka juga butuh makan dan juga butuh menghidupi keluarganya.

Dari pantauan saya dilapangan, soal kerumunan sebetulnya bukan dari seniman dangdut dalam acara hiburan, namun apabila lebih jeli, banyak yang berkedok Cafe namun dihari weekend cafe tersebut full dengan pengunjung, itupun hampir tidak ada pembubaran.

Harapan saya, seniman dangdut juga bagian dari masyarakat Indonesia perlu perhatian dan solusinya dari pemerintah, soal penertiban yang benar- benar melanggar Prokes ya tetap dan wajib untuk ditertibkan.(Wibowo)