
Gresik, Sekilasmedia.com – Hari ini, selain mengadakan halal bihalal dan Dies Natalis Universitas Internasional Semen Indonesia ke -9, Rektor UISI Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko juga melaunching atau meresmikan berdirinya Laboratorium Virtual di Gedung B lantai 3, pada Rabu (11/5/2022).
Pada acara ini, Ketua Yayasan Semen Indonesia Foundation, Guntoro, S.T, M.M, dalam sambutannya mengatakan pada saat UISI melaksanakan Dies Natalis, sama dengan perenungan diri pada saat berdirinya dulu. Dari perenungan lahir rasa syukur terkait nilai-nilai UISI. Lahirnya UISI merupakan pangkal pokok bagi civitas akademika UISI yang dibangun dengan nilai Spirit of Sunan.
” Di mana nilai Spirit of Sunan, komponennya meliputi religiusitas, berwawasan internasional, kearifan lokal dan kewirausahaan. Saya pikir, Tata nilai UISI dengan nilai Spirit of Sunan perlu kita renungkan kembali. Sejauhmana Civitas Akademi UISI bisa mewujudkan Spirit of Sunan itu. Dan perenungan itu tidak instan tetapi ada evaluasi untuk mencapai tujuan,” ungkap Guntoro.
Spirit of Sunan ada alignment atau keselarasan dengan value atau tata nilai dengan Semen Indonesia Foundation sebagai badan penyelenggara, yaitu ” Mandiri Dalam Kebersamaan”.
Dimana Mandiri dalam Kebersamaan ini, menurut Guntoro, agar sebagai pribadi harus mandiri dulu kemudian bersama-sama berkolaborasi membangun institusi. Hal ini, dicerminkan dalam level organisasi atau institusi.
” Untuk itu, satuan-satuan pendidikan, harus mandiri dan antar satuan pendidikan bersama-sama berkolaborasi besar bersama,” pesan dia.
Di akhir sambutannya Ketua Yayasan Semen Indonesia Foundation menyampaikan,” Selamat atas Dies Natalis UISI ke -9. Semoga UISI segera Go Internasional, suaranya bergema tidak hanya di Indonesia tetapi bergema secara internasional.”
Diketahui, Institusi penguruan tinggi milik BUMN Semen Indonesia ini awalnya berupa Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STMSI) yang berdiri tahun 2013 dengan 2 program pendidikan (Prodi) yaitu Manajemen dan Manajemen Rekayasa. Tahun 2015 kemudian berganti nama Universitas International Semen Indonesia sampai sekarang, dengan 10 prodi.
Senada, Rektor Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko mengungkapkan bahwa kembali ke perenungan kali ini, di usia ke 9 tahun, jika diukur dari berdirinya STMSI 2 tahun (2013) lalu UISI berdiri 7 tahun (2015).
” Di usia 9 tahun, UISI sudah melampaui fase 5 tahun pertama, yang berbunyi peletakan bekal dan modal akademik. Maka kemudian didatangkan dosen-dosen, dibangunnya laboratorium-laboratorium dan mulai pemberangkatan dosen studi lanjut S3 ke luar negeri,” tuturnya.
Lebih lanjut Prof Herman menambahkan ada 21 dosen studi lanjut S3 baik di LN maupun dalam negeri), Ada 30 orang dosen bersertifikasi skala nasional atau hampir 50 persen, 20 orang dosen akhir tahun menjabat fungsional lektor. Besar kemungkinan di tahun 2024-2025, UISI akan mendapati 5 dosen yang menjadi profesor. Dan saya melihat 34 orang doktor yang baru akan datang ke UISI, selain itu tendik akan disekolahkan agar mendapat sertifikasi profesi.
Saat ini, juga kebetulan UISI dipercaya oleh Kementrian Kominfo untuk menjadi pusat DTS (digital talent scholarship), itu adalah pusat pelatihan untuk biasa dalam berbisnis, pemerintahan atau bidang apapun dengan pemakaian digital flore, ini sudah mulai periode kedua tahun kedua.
” Sehingga efeknya ada di mahasiswa, dimana dari lulusan 350 orang mahasiswa yang lalu, sekitar 60 sampai 70 orang mahasiswa mendapat sertifikasi secara profesi, itu yang diinginkan dunia pendidikan masa kini,” ungkapnya.
Di bidang kurikulum, UISI sudah mendahului sebelum ada program merdeka belajar dari Kemendiknas, UISI sudah membuat kurikulum sendiri merdeka belajar.
Saat ini, hasil Traser ada 22 persen lulusan UISI diterima bekerja di perusahaan multinasional, ada sekitar 60 persen di perusahan di tingkat nasional, yang membanggakan adalah menjadi wirausahawan, beberapa persen.
Secara nasional dari 2200 universitas , UISI dirangking berbagai aspek duduki peringkat 169, di klaster 3 dengan jumlah mahsiswa 2 ribu sampai 5 ribu mahasiswa UISI pada peringkat 23, Di jatim di antara 500 universitas, UISI menduduki posisi 29.
Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko meresmikan berdirinya laboratorium virtual.
Menurutnya, laboratorium virtual ini yang mempresentasikan simulasi unit-unit teknologi dalam berinteraksi dengan penggunanya.
Oleh karena, era ini adalah keniscayaan, maka kita harus mengikuti perkembangan teknologi digital. Apalagi sebagai pusat DTS, kita akan memberikan kursus atau pelatihan kepada mahasiswa, pemerintahan maupun dunia usaha.
Aplikasinya untuk simulasi seperti pembuatan kipas angin, sistem produksi, ketel uap dan lain sebagainya, melalui pendekatan algoritma. (rud)






