Peristiwa

Kegiatan Kemah Siswa SMKN 1 Nusa Penida, Diwarnai Petaka

×

Kegiatan Kemah Siswa SMKN 1 Nusa Penida, Diwarnai Petaka

Sebarkan artikel ini

Klungkung Bali,Sekilasmedia.com – Kegiatan kemah para siswa SMKN 1 Nusa Penida, berakhir petaka. Pasalnya, salah satu siswanya, I Made Candra Udiana (18) asal Banjar Angkal, Desa Suana, Nusa Penida, disiarkan terjatuh dari ketinggian tebing yang menghadap langsung ke laut lepas dimana lokasi kemah berada, tepatnya di sekitaran Saren Cliff, Banjar Dinas Saren, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Sabtu (23/2) malam.

Informasinya, hingga saat ini pencarian korban masih dilakukan dan belum membuahkan hasil.

Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Putu Gede Ardana, Senin (25/2) membenarkan peristiwa nahas itu. Kejadiannya sekitar pukul 22.00 wita.

Sumber kepolisian dilapangan menyebutkan, awalnya siswa SMKN 1 Nusa Penida dan SMAN 1 Nusa Penida berencana kemah bersama di Saren Cliff. Dan keduanya sudah tiba di lokasi sore sekitar pukul 16.00 wita. Yang mana masing masing perwakilan sekolah terdiri dari 32 siswa Kelas XI AP 1 SMKN 1 Nusa Penida dan 12 orang siswa lain dari SMAN 1 Nusa Penida.

BACA JUGA :  Kronologi Kecelakaan Pabrik di Ngoro Mojokerto Yang Tewaskan Satu Karyawan

Saat tiba di TKP, para siswa ini seperti biasa, yakni mendirikan tenda untuk kebutuhan kemah di sekitar tebing di Saren Cliff, yang jaraknya sekitar 10 meter dari bibir tebing. Setelah menyelesaikan tenda, beberapa siswa lainnya mencari kayu bakar untuk keperluan memanggang ikan, sebelum melakukan persembahyangan bersama dan rancangan agenda lainnya.

Dimana, salah satu saksi yang juga teman korban, I Kadek Angga Suardana (17), kepada polisi mengatakan sebelum kejadian, sekitar pukul 22.00 wita, korban sedang makan, dan dipanggil oleh salah satu temannya.

” Setelah dipanggil dan menuju teman yang memanggilnya, tiba-tiba korban terperosok dan jatuh dari pinggir tebing, ” terang AKP Ardana.

Mengetahui kejadian tersebut, teman-temannya kaget dan berusaha mencari pertolongan warga setempat. Namun, upaya pencarian tersebut sia-sia, karena korban tak kunjung bisa ditemukan. Akhirnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Nusa Penida.

” Korban masih belum ditemukan, mengingat situasi saat itu malam hari dan minim peralatan. Sehingga menungu personil dan peralatan Basarnas Denpasar, ” ujarnya.

BACA JUGA :  Kantor KBIH Almunawir Tutup Total, Calon Jamaah Kebingungan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan proses pencarian kembali dilanjutkan saat pagi kemarin. Sekitar pukul 07.30 wita, keluarga korban dibantu warga sekitar yang berjumlah enam orang, mencoba melakukan pencarian dengan menyusuri jalur setapak di pinggir tebing. Namun, korban tidak ditemukan.

Di waktu yang sama, sekitar pukul 09.00 Wita, personil Basarnas tiba di TKP, dengan jumlah personil delapan orang, yang kemudian langsung mempersiapkan alat untuk menuruni tebing. Tim SAR yang dibantu anggota Polsek Nusa Penida, mulai melakukan pencarian dengan menurunkan satu Personil SAR menggunakan tali ke bawah tebing. Sekitar jarak kurang lebih 20 meter, ditemukan baju yang diduga milik koban.

Atas petunjuk tersebut, proses pencarian terus dilakukan di sekitar tempat tersebut. Namun, hasilnya korban masih belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR dibantu Personil Polsek NP dan BPBD Klungkung. Pihak keluarga berharap agar korban segera dapat ditemukan.(soni).