Daerah

Desa Balun Cerminan Kebhinekaan Pancasila

×

Desa Balun Cerminan Kebhinekaan Pancasila

Sebarkan artikel ini
Bupati Yes saat menjadi narasumber di acara sarasehan nasional peringatan hari Pancasila 1 Juni
Bupati Yes saat menjadi narasumber di acara sarasehan nasional peringatan hari Pancasila 1 Juni

 

Lamongan, Sekilasmedia.com – Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) yang merupakan semboyan negara Indonesia tercermin dengan baik di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. Sebagaimana yang diketahui, Desa Balun sendiri dijuluki sebagai Desa Pancasila, karena kemampuan masyarakat setempat dalam mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai keberagaman yang ada.

Toleransi masyarakat setempat dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan tersebut juga tergambar pada, berdampingnya tiga tempat peribadatan antar pemeluk agama, yaitu Masjid (Islam), Gereja (Kristen), dan Pura (Hindu).

“Desa Balun ini adalah salah satu desa yang mampu, berhasil, dan secara alamiah melestarikan nilai-nilai keberagaman. Dimana itu bisa menjadi sebuah harmonisasi sosial yang sangat luar biasa dan dilaksanakan di keseharian tanpa ada rekayasa apapun.

Dan ini lah sesungguhnya desa Pancasila yang mampu merajut kebinekaan dari berbagai perbedaan,” hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menjadi narasumber sarasehan nasional dalam rangka memperingati hari Pancasila 1 Juni, yang bertemakan “Merajut kebinekaan dari desa menuju Nusantara jaya”, di Balun, Lamongan, Selasa (8/6/2022).

BACA JUGA :  Satreskrim Polsek Babat Tangkap Pelaku Pengedar Sabu di Kelurahan Banaran

Menurut Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, pengambilan tempat di Desa Balun tersebut telah telat untuk memperingati hari Pancasila.

“Nah, tepat sekali hari Pancasila ini diperingati dalam sarasehan di Desa Balun ini, karena dari desa ini kita mempunyai spirit untuk bagaimana kita merangkai keberagaman dalam satu kebinekaan yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila yang telah dicetuskan Bung Karno pada tanggal 1 Juni,” ucap Pak Yes.

Selain itu, Pak Yes juga mengungkapkan, kebhinnekaan di Lamongan ini tidak lepas dari kejayaan di masa lalu.

“Kita tahu Airlangga ini ketika di lantik menjadi raja oleh tokoh-tokoh agama saat itu karena sosok beliau yang mampu merajut kebhinnekaan itu, sehingga Raja Airlangga ditetapkan sebagai raja kembali oleh tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Lamongan,” ungkap Pak Yes.

Lebih lanjut, Bupati Gresik juga menyampaikan, selain pada masa raja Airlangga, kebhinekaan di Lamongan juga tidak terlepas dari akulturasi budaya yang dilakukan Sunan Drajat pada masa kejayaan Islam.

“Kalau kita lihat sekarang peninggalan-peninggalan Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur yang banyak sekali memakai etnik-etnik dari agama Hindu, Paduraksa yang ada di pintu masuk Lamongan ini sebagai replika dari peninggalan Sunan Duwur,” kata Pak Yes.

BACA JUGA :  P-APBD Jatim 2026, Fraksi PDIP Minta Anggaran Diukur dari Dampaknya bagi Rakyat

Motif gapura paduraksa yang dari etnik agama Hindu tersebut merupakan salah satu cara Pemerintahan Kabupaten Lamongan dalam melestarikan dan menjaga budaya yang ada di Kabupaten Lamongan, selain itu, kata Pak Yes, gapura paduraksa tersebut sebagai gambaran gerbang kejayaan.

Ke depan, kata Pak Yes, Pemerintah Kabupaten Lamongan, akan terus melestarikan nilai-nilai harmonis ke dalam RPJMD, yang di ukur melalui indeks kesalehan sosial.

“Ini bisa di ukur dari empat hal yaitu, dari solidaritas, toleransi, stabilitas dan harmonisasi. Dan semua ada indeks dan ukurannya. Untuk dijadikan pedoman kami dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan khususnya dalam menjaga kebhinekaan ini, menjaga harmonisasi sosial, dan menjaga Kabupaten Lamongan ini sebagai Kabupaten yang benar-benar saling toleransi, saling menghargai keberagaman,” lanjut Pak Yes.

Pada kesempatan tersebut Pak Yes juga mengharapkan rekomendasi nilai-nilai Pancasila maupun nilai-nilai kebhinhekaan yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk membangunan kejayaan Lamongan.

Dalam kesempatan yang sama, Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, telah dideklarasikan sebagai Desa Pancasila. (rud)