
Karangasem,Sekilasmedia.com -Ratusan warga yang bermukim di Lingkungan Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Bali, diserang penyakit misterius diduga wabah chikungunya.
Mengingat belum adanya tindakan penanganan dari dinas kesehatan setempat, membuat banyak warga resah. Sebab wabah disinyalir chikungunya terus menular ke warga lainnya.
Informasi yang berhasil dihimpun sekilasmedia.com, kondisi ini terjadi sejak Mei 2022 lalu, bahkan hingga saat ini masih saja ditemukan ada beberapa warga yang lemas karena terjangkit wabah tersebut.
Syahriadi, salah seorang warga Ujung Pesisi yang sempat terkena penyakit misterius itu mengungkapkan, wabah ini menyerang sekitar 200 orang warga sebelum pemilihan kepala desa (pilkel) serentak, pada 22 Mei 2022 lalu. Dan sampai sekarang semakin ganas, beberapa juga masih sakit.
“Penyakit ini menyerang sejak sebulan terakhir. Dan saat ini sedang ganas-ganasnya karena hampir sebagian dari masyarakat yang ada di Lingkungan Ujung Pesisi kena,” kata Sahnudin, Kamis (9/6/2022).
Warga yang terserang wabah diduga chikungunya itu, awalnya mengalami demam, kemudian merasa nyeri pada persendian hingga kesulitan bangun dan berjalan seperti orang lumpuh. Tapi setelah dibawa ke dokter dan mendapat obat, dua sampai tiga hari sembuh.
“Meski penyakit ini cepat sembuh tetap saja kami warga di Lingkungan Ujung Pesisi khawatir. Karena saat terkena virus itu rasanya seperti orang lumpuh,” ungkapnya.
Ditambahkan, warga yang terserang penyakit ini bergantian. Dalam satu rumah rata rata lebih dari satu orang. Sempat melakukan pemeriksaan ke dokter, namun pihak dokter menyarankan untuk memeriksakan ke RSUD dan cek Lab. Bahkan juga sempat diminta untuk mengkonsumsi perasan daun pepaya, karena gejala penyakitnya terlihat seperti DB.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, I Wayan Gede Sweca mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya ratusan warga Lingkungan Ujung Pesisi yang terkena wabah chikungunya.
“Ini kami belum menerima laporan, coba kami infokan dulu ke puskesmas yang mewilayahi, supaya dilakukan pelacakan ke wilayah yang terkena chikungunya tersebut,” ucapnya.
“Kami minta kepada aparat desa jika terjadi hal seperti ini agar segera melapor ke petugas kesehatan terdekat supaya cepat diambil tindakan,” imbuh Sweca menutup. SN.





