Daerah

Merasa Tak Dihormati, Pengempon Pura Kawitan Geram

×

Merasa Tak Dihormati, Pengempon Pura Kawitan Geram

Sebarkan artikel ini
Jro Mangku Alit saat memberikan klarifikasi atas tuduhan telah menggembok pintu pura hingga puluhan warga sembahyang di jalan

Klungkung,Sekilasmedia.com
Pasca beredarnya berita tentang Puluhan Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan yang melaksanakan persembahyangan di jalan raya pada Minggu (5/6/2022) lalu, dibantah langsung oleh pengempon pura kawitan dengan melakukan klarifikasi.

Selaku pengempon pura, Jro Mangku Nyoman Murtika alias Jro Mangku Alit mengaku, jika klarifikasi ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman sesama krama. Mengingat pada saat hari kejadian (persembahyangan) dirinya sedang berada di rumah.

“Saya tidak mengetahui kalau ada warga yang hendak melakukan persembahyangan karena tidak ada pemberitahuan (Nuur),” kata Jro Mangku Jumat (10/6/2022).

Menurut dia, jika pihak pihak yang akan bersembahyang itu tidak paham dengan etika. Karena sebagai pemangku di pura, ia sama sekali btidak dihargai, padahal mereka jelas hendak menghaturkan banten pejati.

“Kalau mereka tidak ada pemberitahuan dan saya sebagai pemangku di pura itu berarti mereka- mereka itu memang berkeinginan sembahyang di pinggir jalan,” tuturnya.

Selama ini pintu pura (lawangan) memang selalu dikunci, itu dilakukan bukan pada hari (sekali) itu saja. Yang mana tujuannya agar tidak sembarang orang bisa keluar masuk ke madya mandala dan utama mandala pura. Terlebih juga untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

BACA JUGA :  Penuhi Janji, Kapolri Jenguk Sinta Aulia Anak yang Sakit Tumor Kaki

“Karena keamanan dan kesucian pura ini sudah menjadi proritas utama sesuai dengan Awig-Awig dan keputusan paruman pengempon dan prajuru Pura,” tandasnya.

Lebih lanjut Jro Mangku merasa miris saat datang untuk menyalakan lampu di pura. Karena saat itu ada gembok lain selain gembok miliknya menyegel seluruh pintu pura. Akibatnya, ia pun tidak dapat masuk dan menyampaikan kejadian itu pada pengelingsir pengempon pura, Ketut Sudana,

Terkait hal itu, Ketut Sudana kepada sekilasmedia.com membenarkan sempat didatangi oleh Jro Mangku Alit, yang menanyakan adanya gembok lain pada semua pintu pura. Kemudian bersama sama mendatangi pura. Dimana memang benar semua pintu pura tergembok ganda, diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Ya benar, semua pintu pura saat itu dipasangi dua gembok. Saya tegaskan siapapun yang mau melakukan persembahyangan atau yang ada hubungannya dengan Jro Mangku harus memberitahukan. Apalagi kalau akan melaksanakan kegiatan di pura harus sesuai dengan awig-awig pura dan harus mendapat persetujuan dari pengempon pura,” tegasnya.

Padahal dalam Pergub Bali No 25 tahun 2020, tentang fasilitasi pelindungan pura, pratima, dan simbol keagamaan, sudah mengatur dengan jelas siapa pengempon apa hak dan kewajiban sebagai pengempon. Dimana pada pasal 1 ayat (15) disebutkan, pengempon pura adalah sekelompok warga penyungsung yang tergabung dalam Desa Adat, Banjar Adat, Sekaa, atau sebutan lain dengan kewajiban memelihara Pura serta mempersiapkan dan melaksanakan yadnya pada Pura.

BACA JUGA :  Tembakan Salvo Iringi Serma Sugeng Priyono Ke Perisitirahatan Terakhir

“Jika seperti ini saya akan mencari tau siapa pelaku penggembokan pintu pura dan saya akan berkoordinasi dengan kepala wilayah setempat (Klian Banjar Adat Dukuh),” ungkapnya.

Sementara itu Klian Banjar Adat Dukuh I Nengah Ardana dikonfirmasi menyayangkan perbuatan oknum yang melakukan penggembokan pintu pura tersebut. Dikatakan pihaknya juga merasa resah kerena seringnya ada sekelompok orang yang datang ke pura Kawitan Shri Nararya Kreshna Kepakisan dengan tujuan tidak jelas.

“Mereka itu datang dari mana, tidak pernah menyampaikan maksud dan tujuannya, baik kepada kami selaku Klian Banjar Adat Dukuh, pengelingsir maupun pengempon Jro Mangku di pura,” ujarnya.

Bahkan, baru-baru ini membuat resah melakukan penggembokan pintu pura yang mana diduga dilakukan oleh I Gst Made Putra, hal tersebut diketahui setelah beredarnya sebuah foto yang ada dalam berita. Padahal yang bersangkutan bukanlah warga Banjar Adat Dukuh, juga bukan warga Klungkung, melainkan dari luar daerah.

“Atas sikap dan tindakan yang tidak beretika itu jelas membuat pengempon pura, Jro Mangku, dan kami Klian Banjar Adat Dukuh terancam. Karena dikhawatirkan mereka akan bertindak lebih parah lagi yang dapat mengancam keselamat