TENTARAKU

Babinsa 0814-03/tembelang Dampingi Bidan Desa Dalam Pemberian Makanan Tambahan Bagi Bayi Balita Dan Lansia

×

Babinsa 0814-03/tembelang Dampingi Bidan Desa Dalam Pemberian Makanan Tambahan Bagi Bayi Balita Dan Lansia

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com-Aktif dalam kegiatan desa binaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) 0814-03/Tembelang Kopda Gustipa.H dampingi Bidan desa dalam kegiatan Pemberian makanan tambahan untuk Bayi/Balita dan Lansia berlangsung di Kampung. Dempok. Kegiatan ini merupakan Program tahunan yang diselenggarakan oleh Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Megaluh. Rabu (13/07/2022).

 

Masalah gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan, dimulai sejak janin. hingga menjadi bayi, anak, dewasa sampai usia lanjut. Saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang dalam bentuk Kurang energi Protein, kurang vitamin A, Anemia dan gangguan akibat kurang yodium dan gizi lebih berkaitan dengan timbulnya penyakit degenerative seperti Diabetes Mellitus, jantung,hypertensi,dll. Masalah gizi kurang merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi. Keadaan tersebut secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi gizi balita. Oleh sebab itu untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat tentang anak balita, pemerintah mengembangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

BACA JUGA :  Dalam Pembangunan Desa, Seluruh Masyarakat Diharapkan Bersinergi Guna Terciptanya Desa Yang Asri

 

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

 

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua macam yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan. Memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh balita dan lansia.

 

PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita sasaran. PMT pemulihan diberikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal. Hanya dikonsumsi oleh balita gizi buruk dan sebagai tambahan makanan sehari-hari bukan sebagai makanan pengganti makanan utama.

BACA JUGA :  Sinergitas TNI POLRI Dalam Penegakan Protokol Kesehatan

 

Makanan tambahan pemulihan diutamakan berbasis bahan makanan lokal. Jika bahan lokal terbatas dapat digunakan makanan pabrikan yang tersedia di wilayah setempat dengan memperhatikan kemasan, label dan masa kadaluarsa untuk keamanan pangan. Diutamakan berupa sumber protein hewani dan nabati serta sumber vitamin dan mineral terutama berasal dari sayur dan buah. PMT pemulihan ini diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut.

 

Menurut Babinsa 0814-03/Tembelang Kopda Gustipa.H “Melalui Program yang diselenggarakan oleh Kelurahan Sidomulyo dengan pemberian Makanan tambahan, Mari kita tingkatkan Asupan Gizi menuju Bayi/Balita Sehat,Cerdas dan Lansi Sejahtera,Berdaya,” pungkasnya.