Olahraga

Pertama Kali Merasakan Sebagai Bagian Official Bhayangkara FC Junior Anak Masih Ada Katrok, SAAT DAPAT UNDANGAN VVIP GRATIS NONTON BHAYANGKARA FC LIGA 1 GOJEK VS PSIS

×

Pertama Kali Merasakan Sebagai Bagian Official Bhayangkara FC Junior Anak Masih Ada Katrok, SAAT DAPAT UNDANGAN VVIP GRATIS NONTON BHAYANGKARA FC LIGA 1 GOJEK VS PSIS

Sebarkan artikel ini

                  Simon McMenemy dan Siswahyu

Oleh: Siswahyu

SIDOARJO (sekilasmedia.com) Bisa saja wartawan mendapatkan tiket gratis dari ‘panitia’ Liga 1 Gojek 2018 bersama Bukalapak jika menginginkan, untuk menonton pertandingan-pertandingan tertentu termasuk saat Bhayangkara FC menjadi tuan rumah untuk menjamu PSIS Semarang dengan game home sementara di Stadion Delta Sidoarjo hari Sabtu sore 7 April 2018.

*IKUT DAPAT TIKET UNDANGAN VVIP DITANDATANGANI KETUM PSSI DAN BERLINTON DIRUT PT LIB*
Kami pun yang pernah aktif di media, kemudian sempat ‘non-aktif’, lalu kini aktif lagi pun bisa melakukannya. Walaupun hampir belum pernah kami melakukan hal tersebut; kecuali dengan cara baik dan pas dana mefet? Hehehe… Namun untuk pertandingan Bhayangkara FC Liga 1 Gojek VS PSIS Semarang kali ini kami sebagai bagian official Bhayangkara FC junior-anak U17-U15-U14 ikut mendapatkan tiket UNDANGAN VVIP yang ditanda-tangani Ketum PSSI Edy Rahmayadi dan Berlinton Siahaan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru. Tentu kami memilih tiket itu. Kenapa?

Pertama, karena hal ini pertama kalinya mendapat tiket tersebut sebagai bagian official di bidang Media Officier. Kedua, karena ingin merasakan ‘atmosfir” yang berbeda, nonton sepakbola dengan ‘status’ sebagai bagian official dan bukan sebagai orang media umumnya. Ketiga, ini yang lebih jelas lagi, karena juga gratis bahkan usai pertandingan dijamu makan bersama di ruangan yang terletak di ujung atas ‘tribun’ VVIP.

*JADI MEDIA OFFICER BHAYANGKARA JUNIOR ANAK COBA SEPERTI PADA YANG SENIOR*
Meskipun kami sempat agak lama kurang aktif di media namun kini aktif lagi dan kebetulan ketika itu dipercaya sebagai Media Officer Bhayangkara FC U17-U15-U14, dibawah pimpinan Manejer AKBP Eddwi Kurniyanto dan Asisten Manejer Kompol Agus Setiawan, Sekretaris Achmad Yari, Coach Setiawan, Choirul dkk namun kami tidak boleh ‘meremehkan’ posisi yang ‘hanya’ sebagai Media Officer BFC U17-U15-U14.

                   AKBP Sumardji dan AKBP Eddwi

Kenapa tidak boleh meremehkan meskipun scope-nya tak sedahsyat BFC Liga 1 dan termasuk proses membentuk baru sekitar Agustus 2017? Diantaranya karena keinginan untuk mengarah sebagaimana profesional. Meskipun memang tidak mungkin sama persis dengan yang pada tim senior dimana di BFC Liga 1 tentu jauh lebih padat jadwalnya dan lebih ketat serta lebih komplit sarana prasarananya. Apalagi tiap klub Liga 1 dapat subsidi dari PT LIB/PSSI Rp.7,5 Miliar per musim, belum lagi sponsor dari Bank BNI, juga suport Umbro, serta Bagi Hasil Hak Siar dll.

*IKHTIAR ‘LAPORAN’ KE KAPOLRI VIA IRJEN SETYO WASISTO KADIVHUMAS MABES POLRI*
Dengan kata lain untuk Media Officer BFC junior-anak masih agak jauh lebih simpel, hanya saja tetap harus dikerjakan dengan jujur dan serius, tidak boleh dikerjakan dengan ‘remeh’. Selain itu tetap tidak boleh lupa ikhtiar agar laporan yang dikerjakan (lebih-lebih soal publikasi serta pergerakan latihan tim, pen.) agar nyampek kepada TB1 atau Kapolri Jenderal Tito Karnavian?

Iya, ikhtiar ‘laporan’ nyampek kepada Kapolri, entah melalui siapa, diantaranya disampaikan kepada Irjen Setyo Wasisto Kadivhumas Mabes Polri via sms-WA agar nyampek kepada Kapolri. Kami mendapatkan nomer kontaknya melalui bolo di Mabes Polri. Hal tersebut untuk yang ke Kapolri. Sedangkan ikhtiar lain agar publikasi nyebar lebih luas di Jakarta dan sekitar, kami ikhtiar ‘laporan’ melalui Kombes Argo Yuwono yang menjabat Kadivhumas Polda Metro Jaya Jakarta. Tak lupa kami sharing kepada ribuan jaringan.

*PUBLIKASI NYAMPEK PSSI PUSAT JUGA YABES TANURI CEO BALI UNITED DAN INDRA SJAFRI DLL*
Tentu saja publikasi bukan hanya kami peruntukkan lingkungan kepolisian maupun Mabes Polri, namun juga ke pihak-pihak lain diantaranya sejumlah pihak di PSSI pusat termasuk yang terlibat ‘pengawalan’ sepakbola Timnas Indonesia entah U15 Pelajar, U16, U17 dll. Dengan harapan publikasi nyampek dan sukur-sukur ‘terpantau’. Diantara anak-anak BFC U15 terdapat Denis, Opang, Rojik, Resa, Ahmad Dzaki Akmal Yuda dll. Resa dan Akmal asal Mojokerto-Jatim juga pernah satu tim saat Juara 1 se-Jatim Piala FOSSBI-Menpora U12 tahun 2016 yang diadakan di Probolinggo. Sedangkan di BFC U17 diantaranya terdapat sejumlah nama yang memperkuat Timnas U16 maupun Timnas Pelajar U15, diantaranta Achmad Zein Nur Alif atau Alif, Toni, Husein, Fahrul, Dicky dll.

Publikasi juga kami sampaikan kepada sejumlah klub Liga 1 maupun Liga 2 Indonesia diantaranya kepada CEO Bali United Yabes Tanuri yang merupakan adik Pieter Tanuri pemilik utama Corsa. Juga tak lupa kepada Coach yang dari tahun 2013 fenomenal, Coach Indra Sjafri, sebagai bentuk publikasi. Semua juga tak lepas dari teknologi komunikasi yang kian memudahkan.

*PUBLIKASI PADA SEJUMLAH MENTERI JUGA PADA LINGKUNGAN RUDI SINAGA AKADEMI TIGA NAGA RIAU*
Bahkan ikhtiar publikasi kami juga nyampek pada sejumlah menteri, katakanlah memang ‘katrok’ namun dalam hal ini rasanya lebih pas sebagai menyemai bibit-bibit yang diharapkan tumbuh dan pada saatnya nanti memberi manfaat kepada pesepakbola anak-anak dll. Karena kita manusia hanyalah wajib ikhtiar, apalagi urusan ‘rezeki’ misalnya, kemudian setelah itu berdoa dan pasrah. Kita tidak tahu dari mana akan datang rezeki, juga untuk pesepakbola anak-anak namun wajib ikhtiar. Begitupun soal publikasi yang disampaikan kepada ribuan pihak, termasuk sejumlah menteri itu tak lebih hanya sebagai ikhtiar menyemai dan menanam bibit-bibit.

Di sela latihan: Akmal, Komazeck dan Resa

BACA JUGA :  Briptu Rizqy Dwiputra Sabet Emas Judo Piala Kapolda Jatim 2026, Harumkan Nama Polres Lamongan

Tak ketinggalan publikasi juga kami sampaikan kepada lingkungan Rudi Sinaga pemilik Akademi Tiga Naga Pekanbaru Riau yang lapangan sepakbola dan fasilitasinya saja dibangun dengan dana Miliaran rupiah hingga menyerupai stadion profesional di Eropa. Konon Timnas Indonesia sekalipun belum mempunyai fasilitas ‘semewah’ itu.

*PUBLIKASI JUGA DISEBAR KE SINGAPURA, MALAYSIA, JEPANG, AUSTRALIA DLL*
Bahkan mungkin ‘katrok’ juga? Mungkin. Dan berlebihan? Mungkin juga. Namun hal tersebut kami sampaikan dalam bentuk tulisan ‘curhat’ ini juga untuk saluran informasi. Sebab publikasi yang kami lakukan, selain lewat media cetak serta media online dll langsung, juga kami sebarkan via sms-WA dan berbagai jaringan yang menyebar ribuan.

Persebaran tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri termasuk ke Singapura, Malaysia, Jepang, Australia via kenalan diantaranya Yulius Mauloko pesepakbola yang membuat sejarah sebagai pesepakbola pertama dari Indonesia yang dikontrak di Liga Australia. Yulius Mauloko yang kelahiran NTT tersebut dikontrak klub Liga 2 Western Knights di Kota Perth Australia. Informasi dari kami juga menyebar via Ralph Nicolof ahli produksi acara televisi yang juga pelukis di Queensland-Australia. Mungkin yang kami tulis disini sebagian kedengaran berlebihan?Yang jelas harapan kami hal ini bisa bermanfaat, juga siapa tahu untuk jaringan karir pesepakbola anak-anak ke depan? Juga untuk memperkuat jaringan kami selaku Media Officer BFC junior-anak.

*PROSES PEMBENTUKAN TIM DARI SELEKSI YANG KETAT BERBULAN-BULAN*
Hal lainnya kami ingin bercerita bahwa nama Bhayangkara FC Liga 1 jelas sudah terkenal meskipun sebelum ada rintisan Bhayangkara FC junior-anak yang dimulai awal tahun 2017 di Surabaya dan Sidoarjo, dengan didahului ada embrio seleksi demi seleksi yang ketat sebelumnya. Yang jelas pembentukan tim Bhayangkara FC U17-U15-U14 secara bertahap sejak sekitar awal tahun 2017 itu diawali dengan perjuangan yang sangat keras oleh para ‘volunter’ yang memiliki Team Work komplit: ada manejemen lapangan, Head Coach, Asisten Pelatih, Pelatih Fisik, Fisioterapi, Pembantu Umum, Media Officier dll. Bahkan untuk pelatih tidak hanya satu. Coach Hanafi mantan pelatih Perseru Serui Liga 1 sekaligus mantan pelatih Persegres Gresik Liga 1 itupun sempat memberikan sumbangsih sebagai pelatih dengan Lisensi A-FIFA, sebelum kemudian menjadi Head Coach Deltras Liga 3.

Namun tidak mungkin semua pengorbanan Team Work itu kami tuliskan disini. Yang jelas ada sejumlah hasil. Untuk Bhayangkara FC U15 menjadi Juara 1 Piala Suratin se-Kota Surabaya tahun 2017 setelah dalam final mengalahkan Persebaya Surabaya. Kemudian tim tersebut juga menjadi Juara 1 se-Jatim Piala Suratin Liga Relaxa U15 PSSI Jatim tahun 2017. Tim tersebut diantaranya ketika itu diperkuat oleh Achmad Zein Nur Alif atau Alif, Toni, Husein, Fahrul dll. Sementara Bhayangkara FC U13 gabungan Metro Citi pada tahun 2017 itu pula menjadi Juara Nasional Bali Youth Championship  yang diadakan di Denpasar Bali. Tim tersebut diantaranya ketika itu diperkuat oleh Denis, Opang, Resa, Rojik, Ahmad Dzaki Akmal Yuda atau Akmal dll.

*PROGRAM DIRANCANG CERMAT, HINGGA PIALA BHAYANGKARA FC U15 DISANDINGKAN PIALA BFC LIGA 1 GOJEK-TRAVELOKA*
Dari pembentukan-pembentukan tim tersebut secara bertahap juga terus berkembang, dengan program-program yang dirancang secara cermat terstruktur berbulan-bulan sebelumnya. Sehingga ada arahan dari program yang tertulis untuk dilaksanakan di lapangan. Begitupun upaya check and recheck fisik pemain dengan menggunakan metode-metode tertentu termasuk bagaimana agar kemampuan fisik pesepakbola meningkat.

Tanpa terasa hingga sempat tim Bhayangkara FC junior-anak tersebut diikutkan kirab keliling Kota Surabaya untuk Bhayangkara FC senior yang meraih Juara 1 Liga 1 Gojek-Traveloka akhir tahun 2017 kemarin. Finish kirab di Polda Jatim disambut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin beserta jajaran termasuk Ibu-Ibu Bhayangkari. Bahkan saat di Polda Jatim pula piala yang diraih Bhayangkara FC U15, sebagai Juara Piala Suratin Liga Relaxa PSSI Jatim se-Jatim, disandingkan dengan piala Bhayangkara FC yang Juara 1 Liga Gojek-Teaveloka 2017. Tentu kebanggaan bagi para pesepakbola Bhayangkara FC junior-anak.

*LATIHAN BHAYANGKARA FC U17-U15-U14 BERIRINGAN BFC LIGA 1 DI STADION POLDA JATIM*
Kesempatan lain yang membanggakan bagi para pesepakbola anak, juga kami tentunya, saat Bhayangkara FC U17-U15-14 jadwal latihannya beriringan dengan BFC Liga 1 hingga para pesepakbola anak itu bertemu para seniornya di lapangan Stadion Polda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya. Seperti umumnya anak-anak, juga kita orang Indonesia, tak lupa meminta foto bersama dengan para idolanya itu. Kami sebagai Media Officier termasuk yang paling banyak diminta tolong untuk membuat potret bersama mereka.

Tim BFC Liga 1 dengan CEO Irjen Royke Lumowa dan manejer AKBP Sumardi serta Direktur Teknik Yeyen Tumena yang memiliki puluhan kru dan 26 pesepakbola tersebut dengan sabar ‘melayani’ permintaan para juniornya, termasuk mereka yang dari luar negeri seperti Vladimir Vujovic, Nikola Komazeck dan Lee-Yoo Jun. Bahkan pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy pun dengan telaten melayani permintaan foto bersama bergantian termasuk dengan penulis. Usai itu para pesepakbola BFC junior-anak pun dapat melihat bagaimana para seniornya berlatih dan bermain sepakbola. Penambahan cakrawala yang luar biasa.

*SURPRISE DUA ANAK BFC U15 DIKIRIM LATIHAN KE FC TOKYO JEPANG*
Pengalaman latihan yang didapatkan BFC junior-anak pada saat beriringan latihan dengan BCF Liga 1 di Stadion Polda Jatim tentu merupakan memori yang akan membawa kesan luar biasa bagi para pesepakbola junior-anak tersebut. Tentu pengalaman yang sulit dilupakan, pengalaman yang mahal bukan sebagai orang ‘luar’ BFC akan tetapi sebagai orang ‘dalam’ BFC. Pengalaman yang tak bisa dinilai dengan uang. Apalagi sempat ada dua anak, yaitu Marsel U2003 dan Abril U2004, yang dikirim selama seminggu ke FC Tokyo Jepang sebagai salah satu bentuk kerjasama Bhayangkara FC Liga 1 dengan FC Tokyo. Sekaligus bentuk kepedulian AKBP Sumardji manejer BFC Liga 1 yang memang pernah menyatakan akan peduli pada BFC junior-anak yang dibawah pembinaan AKBP Eddwi Kurniyanto.

BACA JUGA :  Lepas Kontingen Ketua Koni Kota Palembang H. Anton Nurdin Targetkan Juara Umum Porprov Di Muba

Pembinaan seperti ini yang mungkin perlu dirawat terus-menerus dalam suatu suasana yang nyaman bagi para pesepakbola anak, hingga nanti minimal saat usia mereka 19 tahun. Hal tersebut juga menjadi perhatian AKBP Sumardji selaku manejer BFC Liga 1. Kecuali jika misal para pesepakbola anak tersebut mendapatkan kesempatan lompatan ke luar negeri, apalagi BFC Liga 1 memiliki kerjasama serta hubungan yang baik dengan JFA PSSI-nya Jepang serta Liga-nya Jepang J-League dan klub Liga 1 Jepang FC Tokyo. Kebetulan pula Vice President J-League Hiromi Hara pernah jadi pemain hingga manejer dan pimpinan di FC Tokyo. Tentu peluang yang sangat bisa dimaksimalisasi.

*SURPRISE DAPAT UNDANGAN VVIP GRATIS NONTON BFC LIGA 1 VS PSIS SEMARANG*
Sejumlah surprise telah didapat para pesepakbola BFC junior-anak, termasuk saat meraih Juara 1 Piala Suratin Liga Relaxa U15 PSSI Jatim 2017 se-Jatim, lalu BFC U13 gabungan Metro Citi Juara 1 Bali Youth Championship 2017 di Denpasar Bali. Surprise hubungan dengan BFC Liga 1 pun didapat para pesepakbola BFC junior-anak tersebut. Hal tersebut dimulai ketika mereka diajak kirab BFC senior yang Juara 1 Liga Gojek-Traveloka 2017, keliling Kota Surabaya akhir tahun 2017 kemarin. Juga sudah ada dua anak yang sempat dikirim ke Jepang.

Surprise kemudian bertambah lagi, seperti sudah diceritakan pada bagian terdahulu, ketika pada awal April 2018 BFC junior-anak beriringan jadwal latihannya dengan BFC Liga 1 hingga mereka bertemu para seniornya.

Surprise demi surprise serasa tiada henti. Semoga tak ada yang mengacaukannya, sehingga bisa menjadi energi positif karena BFC U15 sedang intensif menyiapkan diri menghadapi Piala Suratin U15 Kota Surabaya yang konon kabarnya dimulai sebelum Bulan Ramadhan dan itu berarti sudah akan selesai sebelum tanggal 16 Mei 2018. Disisi lain BFC U17 juga bersamaan terus menyiapkan diri untuk Piala Suratin U17 PSSI Jatim yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Di sela-sela itu datang lagi surprise ketika kami mendapat puluhan UNDANGAN VVIP NONTON GRATIS pertandingan BFC Liga 1 Gojek versus PSIS Semarang pada hari Sabtu 7 April 2018 di Stadion Delta Sidoarjo. Mungkin ada pihak lain yang menganggap hal-hal surprise itu adalah biasa-biasa saja, namun jangan lupa bahwa para pesepakbola anak perlu motivasi untuk terus berkembang dan bukan divonis yang mematikan.

*PERLU PIHAK-PIHAK YANG MERANCANG BHAYANGKARA FC U13?*
Terbentuknya Bhayangkara FC junior-anak dengan proses yang panjang serta perjuangan yang keras hingga mereka telah meraih sejumlah juara seperti yang sudah kami ceritakan tersebut, tentu sedikit-banyak telah memperkuat nama BFC terutama dalam scope sepakbola junior-anak. Perjuangan tentu juga tidak selalu mulus. Percayakah Anda jika misal ada pihak-pihak yang ‘menyelusup’ masuk namun dengan niat yang kurang baik? Percayakah Anda jika ada pihak-pihak yang menghembus-hembuskan isu untuk menghantam Team Work BFC junior-anak? Untunglah AKBP Eddwi Kurniyanto selaku manejer BFC junior-anak adalah sosok yang bijak, sehingga sangat layak ketika baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari SIWO PWI Jatim sebagai tokoh Penggerak Olahraga di Jatim diantaranya karena sebagai Manejer Bhayangkara FC U15 AKBP Eddwi menjadikan tim tersebut Juara 1 se-Jatim tahun 2017 Piala Suratin Liga Relaxa U15 Asprov PSSI Jatim. Penghargaan yang diraih tersebut bersamaan dengan yang didapat oleh Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dalam posisi sebagai tokoh Peduli Olahraga Jatim, lalu Bhayangkara FC Liga 1 sebagai yang terbaik.

Lantas bagaimana jika misal ada pihak-pihak yang diminta membentuk tim Bhayangkara FC yang U13 mulai dari nol? Agar tahu makna perjuangan? Entahlah.

Yang jelas pembuatan publikasi yang untuk ‘laporan’ meskipun sederhana inipun juga tak mudah. Meskipun mungkin kadang ada yang serasa ‘katrok’ namun disitu juga ada nilai perjuangan, menanam benih-benih informasi tentang pesepakbola anak kita, juga memupuknya, semoga bermanfaat seluas mungkin juga bagi pemantauan. Amin. Kalau cari kekurangan? Tentu akan ada saja karena manusia tak ada yang sempurna. Namun yang kami bangga, Team Work disini tak kenal lelah berjuang, terus fokus bagaimana agar anak-anak benar-benar menjadi pesepakbola. Sementara usia-usia ini, U14-U15-UU17 dsj merupakan usia transisi yang jumlah pesepakbola anak cenderung menyusut drastis diantaranya karena mereka transisi menjadi remaja dan karena keterbatasan saluran. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu sebagai bagian Media Officer BFC junior-anak, penulis buku biografi Asmuni-Srimulat, juga pernah dapat beasiswa Community Development Asian Social Institute/ASI-Eastern Asian Pastoral Institute/EAPI di Manila-Filipina).