Nasional

Gardi Gazarin Salut Diantara Klub Liga 1 Filanesia U-16 Ada ‘Kru’ Muda Jatim Coach Firman Via Persela U-16 Dan Redi Via Borneo U-16

×

Gardi Gazarin Salut Diantara Klub Liga 1 Filanesia U-16 Ada ‘Kru’ Muda Jatim Coach Firman Via Persela U-16 Dan Redi Via Borneo U-16

Sebarkan artikel ini
Foto Gardi - Redi - Firman
Foto Gardi – Redi – Firman

Jakarta, Sekilasmedia.com – Sudah sejak beberapa tahun terakhir ini, lebih intensif sekitar dua tahun lalu (2017, red.) sejumlah pihak bicara bahwa klub-klub sepakbola berlevel nasional harusnya memiliki akademi junior. Hal tersebut ketika itu juga disampaikan staf Direktur Teknik PSSI (pusat) Ganesha Putera. Hingga kemudian pada tahun lalu (2018, red.) PSSI memulai adanya Festival Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia) berupa invitasi U-16 dari klub-klub Liga 1 termasuk PSM Makassar, Persib Bandung, Persija, Arema, Madura United dan lainnya meskipun ketika itu tak jarang klub Liga 1 yang dadakan membentuk tim sepakbola U-16 alias belum dari akademinya sendiri, dan ada pula yang absen ketika itu termasuk Persebaya Surabaya U-16.

*GARDI GAZARIN SEBUT KLUB LIGA 1 PENTING KONTRAK PESEPAKBOLA U-16 DAN PSSI ‘SUBSIDI’ DANA*
Hal tersebut pun menimbulkan sorotan banyak pihak mengkritisi untuk membangun, termasuk terhadap PSSI yang harusnya ketika membuat program itu sudah terencana dengan baik dan bukan dengan kecenderungan yang seperti terombang-ambing misal dengan jadwal yang sering berubah-ubah. PSSI sering membuat jadwal yang terombang-ambing tidak hanya untuk Liga 1 Filanesia U-16 maupun kompetisi resmi Liga 1 U-16, namun ketidakpastian jadwal sering terjadi pada liga-liga senior termasul Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Bagaimana pula dengan situasi saat ini dimana banyak petinggi PSSI yang ditangkap karena terlibat Mafia Bola? Menunggu usai Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 17 April 2019?

Menurut Gardi Gazarin kesiapan klub-klub Liga 1, dan bahkan klub-klub Liga 2 dan 3, memang penting namun kesiapan PSSI merupakan fondasi yang lebih penting termasuk ‘subsidi’ dana kepada klub-klub yang membangun tim-tim junior meskipun masing-masing klub tentu sudah punya ‘pola’ pendanaan sendiri termasuk kemungkinan sponsor-sponsor. Gardi Gazarin SH yang pernah menjadi Ketua Umum Forum Wartawan Mabes Polri nasional yang mulai turut mencermati sepakbola dan pesepakbola muda itupun menyampaikan pendapatnya tersebut. “Kesiapan klub-klub Liga 1 untuk kompetisi usia muda harus serius, termasuk untuk pesepakbola U-16 harusnya sudah dipikirkan semacam kontrak atau pra kontrak sehingga ikut memberi semangat dan arah bagi pesepakbola muda untuk terus mengembangkan diri karena merasa sudah ada jaminan ke depan,” ungkap Gardi Gazarin.

BACA JUGA :  Silahturahmi Akbar Ulama Banten Untuk Indonesia Bersama K.H Ma'ruf Amin

*DI TENGAH SITUASI MAFIA BOLA, GARDI BANGGA ADA SOSOK-SOSOK MUDA JATIM TERLIBAT LIGA 1 FILANESIA U-16 DAN KOMPETISI RESMINYA*
Namun diantara situasi-kondisi tersebut Gardi Gazarin bangga atas munculnya orang-orang muda yang terlibat dalam Liga 1 Filanesia U-16 maupun kompetisi resmi Liga 1 U-16 (Liga 1 Elite Pro Academy) nantinya, termasuk sosok muda seperti Firman yang terlibat di Persela U-16 dan Redi yang terlibat di Borneo FC U-16. Firman dikenal sebagai salah satu pelatih yang telaten, juga di Lamongan Soccer Academy (LSA), Jawa Timur. Sedangkan Redi terlibat juga di Ricky Nielson Academy yang berpusat di Lawang, Malang, Jawa Timur pula.

Dihubungi terpisah, Redi membenarkan dirinya terlibat untuk Borneo FC U-16 yang sedang bersiap-siap mengikuti Liga 1 Filanesia yang akan digelar di National Youth Training Center PSSI, Sawangan. Tepatnya di Jalan Gang Rotan Pelita Jaya blok Masjid Nurul Iman RT 3/RW 6, Bojongsari Baru, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat. “Iya Mas Sis, kami bersiap-siap mengikuti Filanesua U-16,” ungkap Redi kepada Siswahyu pimpinan Umum sekilasmedia.com yang juga getol menulis soal Filanesia sejak awal. Filanesia akan diikuti 18 klub Luga 1 termasuk tiga klub yang baru masuk ke Liga 1 yaitu Semen Padang, PSS Sleman dan Kalteng Putra yang konon diasuh Firman Utina (mantan pesepakbola timnas) yang juga anak angkat Subagja Suihan ketua Umum Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) yang luar biasa pedulu pada pesepakbola muda yang juga telah menjadi ayah angkat bagi banyak pesepakbola Indonesia termasuk Egy Maulana Vikri yang kini bermain di Liga 1 Polandia di Lechia Gdanks.

BACA JUGA :  Exploring the Thrills of Jackpot City: From Login to Slots

*REDI DI BORNEO FC U-16 DAN FIRMAN DI PERSELA U-16 SOSOK-SOSOK MUDA UNTUK MEMAJUKAN SEPAKBOLA*
Redi di Borneo FC U-16 dan Firman di Persela U-16 merupakan bagian yang membanggakan diantara sosok-sosok muda yang ikut menangani klub untuk Liga 1 Filanesia U-16. Dikonfirmasi terpisah, Firman menyebutkan untuk Filanesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-24 Maret 2019 (ada yang menyebut tanggal 20-25 Maret 2019, red.) di National Youth Training Center PSSI di Sawangan – Kota Depok. “Filanesia akan diadakan tanggal 20-24 Maret 2019,” ungkap Firman, kepada Siswahyu pimpinan Umum sekilasmedia.com, yang mana sebagian nama Firman memiliki kesamaan dengan pesepakbola nasional Firman Utina.

Sekadar catatan, diantara sejumlah aturan Filanesia dicuplik disini, didapatkan info pula dari ‘kru’ Bhayangkara FC U-16, diantaranya adalah penjelasan soal kuota pemain Festival U16 (Filanesia). Diantaranya, pertama, jumlah pemain (pesepakbola) yang didaftarkan minimal 18 pemain dan maksimal 22 pemain. Meskipun mungkin aturan ini perlu agak lebih dilonggarkan. Lalu kedua, minimal terdapat 10 pemain diantara 18 – 22 pemain tersebut adalah merupakan pemain kelahiran 1 Januari 2004 (U-15) atau setelahnya. Sisanya adalah pemain kelahiran antara 1 Januari 2003 sampai dengan 31 Desember 2003. Ketiga, di lapangan wajib terdapat 5 pemain kelahiran 1 Januari 2004 (U-15) atau setelahnya sepanjang pertandingan.(Siswahyu).