
Malang, sekilasmedia.com- Guna meninjau langsung tempat kejadian insiden pada sabtu (1/10) kemarin di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo lakukan serangkaian kunjungan di Malang Jawa Timur, Rabu (5/10).
Dalam kegiatan tersebut, dihadapan awak media Jokowi menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh suporter yang terdampak akibat insiden tersebut. Disisi lain, Jokowi memerintahkan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, dan evaluasi penyelenggaraan pertandingan untuk yang akan datang.
“Saya berharap agar tragedi sepakbola yang terjadi pada Sabtu lalu (1-10) di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, tidak terjadi kembali di Tanah Air” terang Jokowi.
Untuk itu, Presiden akan menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pemeriksaan terkait infrastruktur dari stadion yang digunakan dalam pertandingan sepak bola.
“Saya juga akan perintahkan Menteri PU untuk mengaudit total seluruh stadion yang dipakai untuk liga, baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3, semuanya. Apakah gerbangnya sesuai dengan standar? Cukup lebar?” kata Presiden.
Selain itu, Kepala Negara mendorong semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki tata kelola pertandingan sepak bola di Indonesia, mulai dari manajemen lapangan, pertandingan, hingga pengelolaan stadion. Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu perbaikan tersebut apabila diperlukan.
“Senin malam saya sudah telepon kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Beliau menyampaikan, kalau diperlukan FIFA bisa membantu memperbaiki tata kelola persepakbolaan Indonesia. Beliau menyampaikan kesanggupannya itu,” jelasnya.
Selain melihat langsung kondisi Stadion Kanjuruhan pasca kerusuhan tersebut, sebelumnya Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo juga mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar, Kota Malang, untuk melihat kondisi korban selamat dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan.
“Saya sudah menyampaikan kepada para pasien korban bahwa seluruh biaya untuk perawatan ditanggung oleh pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah,” ujar Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga bertemu dengan keluarga korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan untuk memberikan sejumlah santunan. Sebanyak 129 keluarga korban mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta dari Presiden.
“Tadi sudah kita sampaikan sedikit santunan kepada korban yang meninggal. Saya tahu tidak hanya dari pemerintah pusat, tapi pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Malang, kemudian Bank Jatim juga telah memberikan santunan. Semoga itu bisa meringankan beban daripada keluarga korban,” tuasnya. (BAS)






