PALEMBANG,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kota Palembang mengevaluasi pelayanan rumah sakit di kota ini, menyusul kasus jari bayi terpotong oleh seorang perawat pada Jumat malam, 3 Februari lalu.
“Agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, kami akan mengevaluasi seluruh rumah sakit Kota Palembang terkait masalah pelayanannya, ucap Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda usai mengunjungi korban.
Kejadian itu di Rumah Sakit Muhammadiyah, Palembang, Selasa, 7 Februari 2023.
Menurut dia, kebanyakan pelayanan rumah sakit itu membedakan masyarakat yang ingin berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Ketika masyarakat yang menggunakan KIS, pihak rumah sakit selalu menyatakan kamar penuh dan hal ini sering terjadi, karena itu, hal ini perlu dievaluasi, apalagi saat ini 99,3 persen masyarakat kota ini memiliki KIS” katanya.
“Terpotongnya jari kelingking bagian ujung dari bayi AA, pihak RS Muhammadiyah langsung melakukan tindakan penyambungan jari oleh dokter spesialis,” jelasnya. Pihak rumah sakit saat ini telah bertanggung jawab secara biaya, operasi, dan obat-obatan.
“Semuanya ditanggung ini pihak rumah sakit patut diapresiasi. Memang kejadian ini menjadi pukulan yang cukup keras untuk seluruh rumah sakit. Tentu ini pelajaran bagi semua pihak kesehatan agar kejadian ini jangan sampai terulang kembali,” ucapnya.
Dirut RS Muhammadiyah Palembang Rizal Daulay mengatakan mengenai perawat yang melakukan tindakan tersebut, pihak manajemen sudah mengambil tindakan tegas karena membuat ketidaknyamanan semua pihak.
Jadi tugas sementara yang bersangkutan dialih fungsikan sambil menunggu proses selanjutnya,” kata Daulay.
( ril)





