TENTARAKU

Babinsa Dampingi BPBD Dalam Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA)

×

Babinsa Dampingi BPBD Dalam Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA)

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com-Babinsa Dampingi BPBD dalam pembukaan pelatihan pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kec. Wonosalam tepat nya di desa sambirejo, kegiatan tersebut di laksanakan pada hari Rabu 22/02/2023.

Pelaksanaan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di hadiri oleh
Bpk. Swandy firdaus, SE, SH, M.HUM (Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur), BP. Gatot soebroto SE, M.PSDM (Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur), Bpk. Suban wahyudiono, ST, MM (Tenaga Ahli Kebencanaan BPBD Provinsi Jawa Timur), Bpk. Bambang dwijo pranowo, S.T., M.T.(Kepala Pelaksana BPBD Kab. Jombang) Danramil 0814-17/Wonosalam ( diwakili Serda Dany Prayogo Babinsa Ds.Sambirejo), Bpk. Haris aminuddin, S.STP (
Camat Wonosalam), Kapolsek Wonosalam, Kepala Desa Jarak dan peserta pelatihan.

BACA JUGA :  Tak Jemu, Satgas Covid-19 di Purbalingga Gencar Razia Prokes

Destana merupakan Desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi persoalan bencana, untuk bisa menjadi Destana, Desa harus berfungsi dengan cepat dari berbagai adanya bencana.
Desa yang bisa disebut ketangguhan bencana ketika desa tersebut memiliki kemampuan di wilayahnya. Mampu mengorganisasikan dirinya dengan segenap sumber daya yang dimiliki kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Maka dari itu harus memiliki kader Destana, Kader Destana yang sudah mengikuti pelatihan, dibentuk dan ditetapkan wajib memiliki tiga hal dasar, Yaitu Harus mewujudkan sikap pada segala bencana yang ada di wilayah, Terdepan apabila yang terjadi bencana dan mampu melakukan proses pemulihan.

BACA JUGA :  Warga Dapat Rejeki, Giat Bagi Sembako TMMD Kodim Tapsel

Diharapkan, kader Destana bisa menyiapkan diri dan membagi ilmu yang dimiliki kepada masyarakat lainnya. Sehingga masyarakat bisa menganalisa dan mengantisipasi bencana bencana yang mungkin terjadi. “Melalui pelatihan ini di harapkan kader yang mampu mengkaji, menganalisis, mengurangi risiko-risiko di wilayah masing-masing dengan sumber daya lokal.
“Mari jaga diri dan sesama, saling tolong menolong menangani Bencana maupun Virus yang sedang mewabah” Bersama kita pasti bisa.