
Jombang,Sekilasmedia.com Hari Selasa yang cerah di kawasan Kecamatan ngusikan, khususnya di Desa Ngusikan dipergunakan oleh Babinsa Desa Ngusikan Serda Bunyamin untuk berkunjung ke Penggilingan sampah Plastik bekas serta botol Bekas menjadi butiran-butiran apik sekaligus membebaskan lingkungan menjadi bersih kembali. Selasa(07/03/2023).
Plastik yang konon susah didaur ulang, ditangan anak muda Desa Ngusikan yang selama bertahun ini menekuni usaha bisnis sosial mengolah sampah telah bisa mendaur ulang sehingga plastik bekas diolah menjadi biji-biji plastik yang bisa di ekspor untuk dijadikan bahan baku olahan di negara maju yang produknya di kirim kembali ke negara-negara berkembang,” Ungkap Babinsa.
Plastik bekas gelas air, botol air, botol minuman, botol kecap, bekas bungkus belanja, dan bekas apa saja yang biasa dibuang sembarangan, di tangan terampil dan cekatan Rohzian Qitanji serta karyawannya bisa dipilah dan didaur ulang menjadi bahan baku berharga yang indah dan siap diekspor ke luar negeri sebagai komoditas yang berharga untuk dijadikan bahan baku produk yang lebih canggih dan dijual dengan harga tinggi ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Suatu proses daur ulang yang menjadi bagian dari hukum alam bahwa sesuatu itu selalu memiliki daya guna sepanjang masa.
Kunjungan Babinsa ke pusat pengolahan plastik bekas garapan Rohzian Qitanji , RT 19 RW 08 Dusun Ngusikan Desa Ngusikan Kecamatan Ngusikan tersebut didorong oleh keinginan agar dalam kegiatan gotong royong yang inklusif bisa menjadi penggerak pemberdayaan di masyarakat berjuang keras melalui pemberdayaan agar kelompok ini bisa menjadi contoh kelompok lainnya bahwa dengan kerja cerdas, keras dan konsisten mereka bisa mandiri dan berguna untuk masyarakat luas.
Danrami 09/Kudu Kapten Chb Sugeng dan jajaran terpanggil memberikan dukungan terhadap upaya pembangunan desa dan masyarakatnya ingin menunjukkan bahwa masih banyak peluang bisnis di sekitar kita, yang penting mau dan mampu membaca peluang-peluang yang ada, serta masih tetap bisa bergotong royong bersama masyarakat luas mendapatkan bahan sampah plastik melalui pancingan sederhana dalam sistem silang sehingga setiap modal yang ditanamkan dapat digulirkan untuk masyarakat lain di sekitarnya, sehingga modal itu tidak hilang dalam satu dua kelompok tetapi selalu bergulir tidak ada hentinya karena menguntungkan kelompok dan keluarga lain yang membutuhkan pemberdayaan.






