Jombang,Sekilasmedia.com-Babinsa Koramil 12 Kesamben Kodim 0814 Jombang,Serda Endri Faulus melaksanakan monitoring jasa tranportasi perahu penyebrangan dan debit air brantas.Dimana akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi, yang bisa berpotensi mengakibatkan derasnya arus serta terjadinya luapan air Sungai Brantas ke Desa Kesamben dan membahayakan penyeberangan tradisional.Selasa (11/4/2023).
Dalam monitoring kali ini,Serda Endri menyampaikan kepada pengelola perahu penyebrangan dan warga yang hendak menyebrang agar cek berkala mesin,serta menyediakan alat keselamatan penumpang seperti pelampung dan sejenisnya,untuk penumoang agar berhati-hati dalam menaiki perahu.Naiknya debit air sungai Brantas yang terjadi saat ini dikarenakan intensitas hujan yang tinggi di wilayah kabupaten Blitar,Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
Hujan yang terjadi semalam sangat lebat dan disertai angin, Cuaca seperti ini sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu, yang mana di sore dan malam hari curah hujan sangat tinggi disertai angin.Hal ini berdampak pada meluapnya sejumlah sungai yang ada di Jombang,dan hampir 60% sungai yang ada di jomban9 bermuara ke Sungai Brantas.Alhamdulillah untuk wilayah Kesamben saat ini,luapan air ke pemukiman masih terpantau aman.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, arus air dan debit air Sungai Brantas,masih aman untuk kegiatan tranportasi penyeberangan menggunakan perahu.
Serda Endri mengimbau kepada warga agar tetap waspada karena cuaca saat ini belum begitu membaik, tidak menutup kemungkinan debit air dapat bertambah lagi, maka warga harus lebih berhati- hati bila menggunakan penyeberangan perahu di sungai brantas.
” Tidak menutup kemungkinan debit air akan bertambah lagi karena cuaca saat ini belum membaik,apabila warga berkepentigan di malam hari,sebaiknya berhati-hati apabila menggunakan fasilitas perahu untuk menyeberang,saran dari kami sebagai Babinsa,sebaiknya penyeberangan perahu tutup di malam hari, karena sangat membahayakan keselamatan penumpang,” Pungkas Serda Endri.





