Daerah

Masjid Al Ishlah Berbagi Kebahagiaan bersama warga dengan Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Mata Dan Kaca Mata Gratis

×

Masjid Al Ishlah Berbagi Kebahagiaan bersama warga dengan Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Mata Dan Kaca Mata Gratis

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmesdia.com Kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata & kacamata Gratis ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu tanggal (31/3) Maret dan (7/4).

Sebagaimana pelaksanaan sebelumnya, pengobatan gratis kali ini juga melayani pemeriksaan kesehatan umum, yang didahului dengan pemeriksaan tekanan darah, tes kadar kolesterol, asam urat dan gula darah, sebagai penunjang diagnosis yang dilakukan oleh tenaga dokter dan paramedis yang terlibat dalam kegiatan ini.

Adapun tenaga medis /dokter umum tersebut diantaranya dr. Uyik Unari, Sp.M (K) (dokter mata-ahli kornea dan bedah refraktif klinik mata KMU), dr. Hariyanto (dokter penyakit dalam dari RS Ibnu Sina), Nata Mata Optik Gresik, dr. Rinda Puspita Angguningtyas (dokter umum/tenaga medis di RSUD Ibnu Sina) , dr Rickynia Luki Chalifa (dokter umum/tenaga medis Puskemas Alun-Alun) dan dr Maulidina Fitria Ning tyas (dokter umum/ Kepala Puskesmas Lontar.

Pemeriksaan Kesehatan Mata yang dilakukan pada kali ini, Jumat (14/4/2023), menjadi spesial karena ditunjang dengan layanan Pemeriksaan Kesehatan Mata lengkap plus bonus pemberian kacamata mata gratis kepada semua pasien yang dilayani.

Tempat pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan di dalam ruang utama Masjid Al-Ishlah jalan RA. Kartini gang XIV A Kelurahan Sidomoro Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Ketua Takmir Masjid Al-Ishlah, H Ir. Muhammad Rusli, MMT melalui Humas Takmir Masjid Al-Ishlah Moch. Firdaus Ibraham menerangkan bahwa penggunaan ruang utama dan serambi masjid ini memang merupakan kebijakan Takmir sebagai bagian dari implementasi *visi misi* untuk menjadikan Masjid Al Ishlah sebagai *”Rumah Besar Ummat”* tidak saja untuk warga sekitar masjid, tetapi juga untuk masyarakat Gresik tanpa memandang suku, golongan dan sekat sekat lainnya.

” Kegiatan ini sebagai bagian dari strategi untuk memakmurkan masjid dan mensejahterakan jama’ah, yang menginginkan fungsi masjid, tidak semata digunakan sebagai tempat ibadah, melainkan juga terbuka untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Dengan mengambil contoh, Fungsi masjid di jaman Rasulullah yang juga dipakai untuk aneka kegiatan sosial dalam rangka pemberdayaan untuk mensejahterakan ummatnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo Edukasi Pelajar Tangguh Hadapi Era Digital

Karenanya, masjid Al Ishlah ini membuka pintu seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat Gresik yang bermaksud untuk mengadakan acara pertemuan warga, rembuk desa, rapat kerja, seminar, bahkan juga terbuka untuk acara pernikahan atau demo masak sekalipun.

Tentu saja semua acara di sini tetap harus memahami dan mematuhi adab ketika berada di dalam area masjid, termasuk menghentikan acara saat masuk waktu shalat, melepas alas kaki dan tidak makan minum di dalam masjid ( melainkan di ruang serambi dan teras masjid), papar dia.

Kembali pada kegiatan baksos, disampaikan juga oleh Humas Takmir Masjid Al Ishlah bahwasanya Tujuan yang paling utama dari kegiatan baksos ini adalah berbagi kebahagiaan bersama masyarakat sekitar. Warga masyarakat tentu akan bahagia mendapatkan layanan ini, karena akan mengurangi beban pengeluaran biaya kesehatan.

” Bahkan buat peserta BPJS pun program ini tetap bermanfaat karena pelayanan kesehatan di puskesmas/ faskes tingkat pertama tidak mengcover pemeriksaan kesehatan mata secara lengkap dengan peralatan diagnosis sebagaimana yang dilakukan di bakti sosial layanan kesehatan yang diadakan oleh Takmir Masjid Al Ishlah ini,” terangnya.

Pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan mata dan Kacamata Gratis ini seolah menjadi pelepas dahaga Masyarakat yang selama ini banyak mengeluhkan semakin susahnya mendapatkan rujukan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata di rumah sakit/ klinik mata.

Ini terbukti dengan banyaknya antusias warga masyarakat yang mendaftarkan diri mengikuti layanan ini yang sampai dengan pelayanan ini berakhir Maghrib ( dimulai dari Ba’dah shalat Jum’at) sudah mampu melayani lebih dari 100 warga Gresik, imbuh Moch. Firdaus Ibraham.

Layanan baksos kesehatan ini merupakan kesempatan warga untuk mendapat pemeriksaan lengkap, sehingga kalau hasilnya diperlukan pemeriksaan lebih serius maka dasar pemeriksaan ini bisa disampaikan ke puskesmas dengan menggunakan BPJS atau bisa juga memanfaatkan *voucher layanan pemeriksaan lanjutan di klinik mata*

Sementara itu, terkait acara puncak Gema Ramadhan 1444 H, lanjutnya akan dilaksanakan pada Rabu (19/4/2023) dan dimeriahkan dengan berbagai acara seperti fashion show, bazar UMKM dan lomba lainnya.

Sesuai pantauan di lokasi kegiatan, nampak suasana pengobatan mata gratis, disambut antusias warga RW 6 sekitar Masjid Al Ishlah dan juga masyarakat Gresik di wilayah lain sangat tinggi dengan rela antri untuk mengikuti pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata yang bertugas. Terpantau ada cukup banyak warga di luar kecamatan Kebomas yang mengikuti layanan ini, seperti dari GKB, Manyar, Cerme dan bahkan ada yang berasal dari Menganti.

BACA JUGA :  UPACARA HUT SIDOARJO ASNĀ  DITUNTUT UNTUK MENCIPTAKAN INOVASI

Diketahui, Masjid Al Ishlah sebagai tempat ibadah dan aktivitas warga muslim di wilayah Kelurahan Sidomoro, tepatnya terletak di tengah-tengah permukiman warga di jalan RA. Kartini gang XIV A Kelurahan Sidomoro Kecamatan Kebomas ini, ternyata telah berusia 36 tahun.

Saat pendirian masjid tersebut, kepanitiaannya kebanyakan orang Muhammadiyah, setelah rampung. Kemudian pada 19 Mei 1987 diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gresik Kolonel Marinir Amiseno (Bupati Gresik masa itu).

Bahkan, tokoh sekelas DR. Amien Rais M.A. pernah di undang untuk memberi ceramah di masjid Al Ishlah pada milad/ulang tahunnya ke-10 pada tahun 1997 silam.

Masjid yang tampak berdiri megah saat ini dan menjadi kebanggaan masyarakat RW 6 Kelurahan Sidomoro, saat ini telah mampu menjadi simbol toleransi serta pemersatu umat muslim. Dimana, masjid tersebut tidak dibawah naungan Muhammadiyah maupun NU atau yang lainnya, melainkan semua umat muslim bisa beribadah dan melakukan kegiatan di sini.

Ini berarti pengurus nya telah mampu mengimplementasikan makna nama *ishlah* dengan baik.

Islah dalam kajian hukum Islam adalah memperbaiki, mendamaikan, dan menghilangkan sengketa atau kerusakan. Berusaha menciptakan perdamaian; membawa keharmonisan; mengajurkan orang untuk berdamai antara satu dan lainnya; melakukan perbuatan baik; berprilaku sebagai orang baik.

Jadi jangan kaget dan heran ketika melihat masjid ini melibatkan ulama ulama lintas ormas ( tidak didominasi Muhammadiyah) sebagai imam dan khatib Jum’at, serta berbagai acara kajian khusus kitab kuning seperti Kajian kitab Bulughul Maram, Al Hikam, Riyadhus Sholihin dan Tazkiyyatun Nafs.
Jangan pula heran bila masjid ini menyelenggarakan acara pengajian besar bersama kelompok pengajian Al Wafa ( asuhan habib Ismail), dan jangan heran pula bila suatu saat masjid ini mengundang Gus Baha untuk mengisi kajian keagamaan disini.
(rud)