
Jombang,sekilasmedia.com- Saat sekarang sedang ramai di bicarakan oleh warga dan media tentang stunting atau gizi buruk pada bayi , dalam hal ini tentunya sangat risih apabila di dengar di negara kita mengapa demikian karena di negara yg dikenal (lohjinawi) negara yg subur kok masih saja ada yg sampai kekurangan gizi, dalam hal ini perlu perhatian bagi pemerintah mengapa demikian, tentunya ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita untuk mengetahui bagaimana hal ini bisa terjadi dan bagaimana solusinya (10-5-2023).
Dalam mendampingi bidan desa dan kader di desa serka Diyarto babinsa ramil 0814/18 Jogoroto ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk atau yg lebih populer di sebut stunting dari beberapa pertanyaan yg di dapat di lapangan ternyata kebanyakan yg bayinya bobotnya kurang itu dari kalangan ibu muda yg mana ibu tersebut adalah pengantin baru, jadi dalam hal ini bisa diketahui bahwa perlunya sosialisasi kepada para pemuda yg baru menikah untuk menjaga bagaimana caranya agar bisa mendapatkan keturunan yg sehat, mulai dari berhubungan intim sampai mempunyai anak balita yg sehat.
Dari hasil percakapan dengan beberapa ibu”yg sudah berpengalaman juga banyak dikalangan ibu muda yg dulunya memang dimanja oleh orangtuanya masih terbawa sampai menjadi seorang ibu yaitu sifat malas, hal ini sangat berpengaruh sekali pada kesehatan ibu hamil yg mana pengaruhnya besar sekali pada gizi bayi dalam kandungan, bagaimanapun seorang ibu adalah sumber gizi dari bayi dalam kandungan kalau gizi yang di asumsi cukup maka bayi dalam kandungan juga akan sehat, pemicu berikutnya juga kebanyakan ibu muda itu banyak yg bisa di bilang stres karena menghadapi kehidupan baru yg tadinya banyak di bantu orangtuanya sekarang harus mandiri.
Dengan demikian perlunya sosialisasi kepada ibu hamil sangat di butuhkan termasuk perawatan bayi pada usia dini, karena tanpa adanya bimbingan dari yg sudah berpengalaman mereka tidak akan tahu bagaimana cara mengasuh bayi yg baik ,walapun bimbingan itu tidak bisa di laksanakan secara bersama atau kelompok paling tidak secara tatap muka, sehingga para ibu muda bisa mengerti bagaimana cara merawat janin dan bayi yang baik dan sehat.(Pendim0814).






