Daerah

Balai Bahasa Jawa Timur, Gandeng Pelaku Media Jatim dalam Penyegaran Bahasa Indonesia. 

×

Balai Bahasa Jawa Timur, Gandeng Pelaku Media Jatim dalam Penyegaran Bahasa Indonesia. 

Sebarkan artikel ini

Surabaya,Sekilasmedia.com. Perkembangan Bahasa yang digunakan pelaku media mengalami banyak perkembangan signifikan, banyak perubahan maupun bahasa-bahasa baru, baik dari serapan bahasa asing maupun bahasa daerah sehingga dianggap perlu untuk penyegaran dalam memenuhi kaidah bahasa jurnalistik, yang jelas efektif, efisien dan tidak multitafsir, dikatakan Andi Asmara Tim KKLP pembinaan Bahasa dan Hukum Balai Bahasa Provinsi Jatim saat memberikan materi pengantar dalam Penyegaran Bahasa Indonesia untuk Pelaku Media di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Surabaya, Jumat(26/05/2023).

 

Andi juga sampaikan bahwa media sangat penting terhadap tugas Balai Bahasa dalam menyampaikan penggunaan bahasa Indonesia yang taat kaidah kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Asahan Pimpin Apel Gabungan di Awal Bulan Agustus 2025

 

Wartawan juga banyak membantu Kantor Bahasa dalam memasyarakatkan padanan istilah-istilah asing yang semakin marak berkat pengaruh media sosial.

 

“Beberapa padanan istilah asing yang sekarang populer di masyarakat, seperti hoak, pelakor, itu karena peran wartawan juga,” ujar Andi

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Bahasa Jawa Timur dibuka DR.Umi Kulsum.M.Hum. Kepala Balai Bahasa Propinsi Jatim

Dalam sambutannya, Umi menyatakan bahwa kerja sama antara Balai bahasa dan media sangat penting mengingat media sebagai ujung tombak Bahasa sebagai perkembangan Bahasa.

BACA JUGA :  Penjaringan Perangkat Desa Wakah, Diwarnai Isu Tak Sedap Permainan Uang

 

Penerapan Kaidah Ejaan Bahasa jurnalistik disampaikan  Wijayanto wartawan senior dari perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

 

Menurut Wijayanto, wartawan dalam membuat berita harus jelas dan tidak multitafsir. Wartawan bukan hanya menyampaikan berita apa adanya, tetapi dituntut untuk menyajikan bahasa yang baik agar muda dan menarik .

 

Perkembangan bahasa harus diikuti oleh wartawan dan mempunyai rujukan dalam editing masing-masing media ,” tuturnya.

 

Kegiatan ini diikuti 50 pelaku media massa dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.(Rud)