TENTARAKU

Babinsa 0814-17/Wonosalam Dampingi BMKG, Dinas BPBD dan UTS Dalam Penelitian Gerakan Tanah Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam

×

Babinsa 0814-17/Wonosalam Dampingi BMKG, Dinas BPBD dan UTS Dalam Penelitian Gerakan Tanah Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya Babinsa 0814-17/Wonosalam dampingi BMKG, Dinas BPBD dan UTS dalam penelitian pergerakan tanah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam. (Jumat 02/06/2023).

Penelitian pergerakan tanah di Dusun Sumber Lamong, Desa Sambirejo oleh BPBD dan UTS dalam rangka menindaklanjuti laporan warga
adanya potensi ancaman gerakan tanah yang mengakibatkan tanah retak dan beberapa rumah warga mengalami keretakan.

Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana, BMKG, ITS Provinsi Jawa Timur serta BPBD kab. Jombang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melaksanakan pembuatan posko Tagana (Taruna Siaga Bencana) dari Dinsos Kab. Jombang serta
penelitian potensi yang terjadi agar dapat mencegah terjadinya korban apa bila terjadi bencana.

BACA JUGA :  Gapai Matahari Dalam Tugas Bersama Babinsa Posramil 0828/14 Karang Penang Tracing Kontak Erat Warga Terkonfirmasi Covid-19

Menurut Sungkono (Kades Sambirejo), retakan tanah yang terjadi di Sumber Lamong ini sudah berlangsung tiga kali, dan yang terakhir terjadi di tahun 2022. Sepanjang waktu itu, warga pemilik rumah hidup dengan rasa was-was. Lebih lagi, saat terjadi hujan deras di malam hari. Mereka, akan memilih untuk standby di teras rumah.

Menurut Kalaksa BPBD Jombang (Bambang Dwijo Pranowo) kita masih menunggu hasil kajian karena belum di ketahui secara pasti, ia belum bisa menjelaskan penyebab munculnya retakan di rumah warga. Beberapa dugaan awal jika terjadi potensi seperti itu bisa disebabkan peristiwa patahan lempeng bumi maupun geseran tanah. Jadi saat ini kita bukakan posko pendampingan, pemantauan serta penelitian.
Berdasar Peta Prakiraan Wilayah Gerakan Tanah yang dikeluarkan Badan Geologi Kementerian ESDM per Bulan Februari 2023 ini, wilayah Wonosalam Jombang memang masuk kategori Merah atau memiliki potensi terjadinya Gerakan Tanah yang Tinggi.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 19/Megaluh Hadiri Pengajian Rutin Di Desa Binaan

Dengan adanya kejadian tersebut Serda Dany (Babinsa Sambirejo) mengimbau warga tetap waspada. Khususnya jika terjadi curah hujan dengan intensitas hujan tinggi lebih dari 2 jam maka warga diimbau keluar rumah untuk menuju posko yang disediakan. Harapan kami warga tanggap terhadap segala situasi yang akan terjadi.