Mojokerto,Sekilasmedia.com-Sinergitas PT. Petrokimia Gresik, PT. Sinergi Gula Nusantara bersama stakeholder dan para pemangku kebijakan menjadi salah langkah memuju suksesnya Program Makmur. Salah satunya panen dan tanam bersama Program Makmur Deplot, di Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Rabu (9/8/23).
Program ini mendukung tercapainya Swasembada Gula Nasional pada tahun 2028 yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional.
Dwi Satrio Anurogo, Direktur PT. Petrokimia Gresik mengatakan, untuk mendukung program makmur, pihaknya terus berinovasi menciptakan pupuk untuk meningkatkan produktifitas tebu dan rendemen tebu. Salah satunya pupuk ZA+ untuk meningkatkan kesuburan lahan dan secara spesifik kusus untuk tebu akan disediakan pupuk Petro Gresik.
“Kami dari Petro Kimia Gresik ditugaskan untuk berkolaborasi untuk mendukung swasembada gula. Kami menyediakan kebutuhan pupuk tidak sendiri tapi juga bersama anak perusahaan PT. Petrokimia yakni PT. Petro Kayaku dan PT. Petrosida sebagai penyedia insektisidanya,” ungkapnya
Lebih lanjut lagi Dwi menjelaskan, dari data Kemenko Perekonomian, kebutuhan gula konsumsi 3,2 juta ton. Namun produksi yang ada baru bisa mencukupi 80 persen saja. Sedangkan kekuranganya 20 persen gula masih import, Melalui kolaborasi Program Makmur selama dua tahun ini ada peningkatan produksi tebu dari 120 ton menjadi 160 ton perhektar ditambah rendemen dari 7,35 menjadi 8,5 persen.
Selain pemenuhan kebutuhan pupuk, upaya treatment tanah juga dilakukan, “Tanahnya kami cek melalui mobil uji tanah sehingga kadi dapatkan hasil uji untuk menyesyaikan pupuknya,” jelas Dwi.
Mahmudin, Dirut Produksi Pengembangan, PT Perkebunan Nusantara mengatakan program Makmur ini merupakan kerjasama PT Petro Kimia Gresik dan PT Sinergi Gula Nusantara. Luas lahan binaan kedua BUMN tersebut di Mojokerto mencapai 5.628 hektar.
Cakupan lahan binaan PTPN grup di Jawa Timur mencapai 26.229 hektar. Sementara kenaikan produksi tebu di Jatim dipicu oleh karena ketepatan pemakaian pupuk yang lebih terjamin.
“Kalau melihat pertumbuhan lebih baik daripada non program. Hasilnya lebih banyak, termasuk rendemen. Itu karena ketepatan pemakaian pupuk, jelasnya di akhir wawancara. (Clara)






