Daerah

Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem di Bali

×

Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem di Bali

Sebarkan artikel ini
Akibat angin kencang, banyak pohon perindang di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk tumbang.

Denpasar,Sekilasmedia.com –Cuaca ekstrem hujan deras dan angin kencang yang melanda Pulau Bali beberapa hari terakhir mengakibatkan kerusakan di sejumlah lokasi, bahkan menimbulkan korban jiwa.

 

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, Kamis (14/3) meminta agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali hingga Jumat (15/3).

 

Menurutnya, potensi cuaca ekstrem ini disebabkan karena adanya proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, sehingga terdapat pertemuan konvergensi di wilayah Bali dan mendukung pertumbuhan awan konvektif.

BACA JUGA :  Ning Ita Melantik 140 Orang Pejabat Fungsional Pilihan Kota Mojokerto

 

“Kami minta masyarakat untuk tetap waspada dampak cuaca ekstrem seperti hujan, angin kencang, tanah longsor, banjir, gelombang tinggi dan pohon tumbang,” ungkapnya.

 

Dijelaskan, untuk suhu muka laut di wilayah Bali umumnya sekitar 29-30 derajat celcius dan massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga 500 milibar atau 5.500 meter.

 

Dimana berdasarkan analisis BBMKG III Denpasar, hingga Jumat 15 Maret 2024 ketinggian gelombang laut Bali diperkirakan mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin dari barat laut hingga 30 knot atau 55,5 kilometer per jam.

BACA JUGA :  Bawalah Nama Baik Sidoarjo di ajang Porprov Jatim ke VIII

 

“Katagori kecepatan angin ekstrem bisa saja di atas 25 knot atau 46 kilometer per jam,” jelasnya.

 

Untuk laut Bali utara diperkitakan tinggi gelombang laut mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 20 knot atau 37 kilometer per jam. Sedangkan perairan selat Bali bagian selatan ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 sampai 4 meter dengan kecepatan angin 25 knot bergerak dari barat laut. SN.