Daerah

Sajikan Realisme Psikologis, Teater Tiang Menyihir Publik Teater Jember

×

Sajikan Realisme Psikologis, Teater Tiang Menyihir Publik Teater Jember

Sebarkan artikel ini

Jember,Sekilasmedia.com-Teater Tiang FKIP Universitas Jember sukses menyajikan reportoar yang mampu menyihir lima ratusan penonton yang menyesaki gedung KAUJE Unej. Pagelaran yang digelar pada tanggal 5 September 2024 pukul 19.30 WIB mengangkat naskah master piece dari seoarang dramawan yakni Kirdjomulyo yang berjudul Senja dengan Dua Kelelawar. Naskah tersebut dipilih oleh sutradara dipandang masih relevan dengan kesehatan mental generasai sekarang, khususnya perempuan.

Kirdjomulyo dikenal sebagai sastrawan dan seniman Indonesia yang multitalenta. Perjalanannya selama 70tahun telah banyak menghasilkan beberapa karya sastra dan senirupa. Pada era tahun 1950- an, ia dikenal sangat produktif dalam menulis puisi dan lakon. Salah satu karya sastra yang ia tulis adalah lakon Senja Dengan Dua Kelelawar. Lakon ini ditulis oleh Kirdjomulyo pada tahun 1950, yang mengisahkan hubungan cinta di antara dua anak manusia yang diliputi prasangka, kegalauan dan dendam. Naskah ini juga menegaskan tentang perasaan cinta yang begitu teguh dan tulus meskipun didera oleh kesalahpahaman, dan kecemburuan yang menyakitkan.

BACA JUGA :  Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta PWI Pusat di HPN 2026, Dinilai Konsisten Majukan Kebudayaan

Naskah drama Senja Dengan Dua Kelelawar karya Kirdjomulyo menceritakan tentang seorang perempuan bernama Ismiyati yang jatuh cinta kepada Suwarto, sahabatnya sejak kecil yang sudah menikah. Ketika istri Suwarto meninggal, kisah cinta Ismiyati menjadi jelas. Tetapi Suwarto gagal membuka hatinya untuk orang lain, dan dia terus mencari orang yang membunuh istrinya. “Tokoh Ismiyati merupakan sosok perempuan yang mengalami codependent relationship, sosok ini sering kali mengorbankan kebutuhan dan keinginannya demi kepuasan orang lain. Ia berusaha untuk mempertahankan hubungan, perasaan cemas dapat muncul ketika ada ancaman terhadap hubungan tersebut, sesuai karakteristik naskahnya yang beraroma realisme psikologis” pungkas Siswanto.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0815/19 Magersari Monitoring Vaksinasi Mobile*

“Lakon Senja dengan Dua Kelelawar memiliki daya tarik tidak hanya pada cara penuturan alurnya yang berjalan dinamis, tetapi juga kehadiran tokoh-tokohnya yang kompleks”, Ujar Ferik Sahid, guru SMA Pakusari yang turut larut menonton. Hal menarik lain dalam pementasan Teater Tiang tadi malam penggarapannya, “Luar biasa, saya melihat penonton terpukau dengan efek kehadiran kereta api yang melintas di panggung, kerja yang cerdas dan kreatif, aktor dan tim artistiknya keren banget, karakter keaktoran Stanilavsky nampak, ada to be atau menjadi pada diri aktor”, ujar Taruna Perkasa, guru SMKN 4 Jember.