Daerah

Budi Pekerti Diperjuangkan Masuk Kurikulum, Ini Langkah Komisi E

×

Budi Pekerti Diperjuangkan Masuk Kurikulum, Ini Langkah Komisi E

Sebarkan artikel ini

Surabaya,Sekilasmedia.com-DPRD Jawa Timur menilai budi pekerti sangat penting ditanamkan sejak di sekolah.Mengingat saat ini sikap luhur semakin hari menurun. Bahkan hampir tidak dimiliki oleh siswa.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sunfari Renny Pratama menegaskan, di era modern seperti saat ini gadget mempunyai pengaruh luar biasa. Murid sekolah lebih focus gadget yang tak mengajarkan budi pekerti.

“Anak-anak ini sekarang lebih mengutamakan gadget dibandingkan itu (budi pekerti),” kata Wara Sundar.

Politisi PDI Perjuangan tersebut akan memperjuangkan budi pekerti sebagai mata pelajaran yang masuk dalam kurikulum sekolah di Jatim.

BACA JUGA :  Bupati Ikfina Bina Ibu-Ibu Kelurahan Wonokusumo, Cegah Stunting

“Sama-sama kami dorong budi pekerti ada di kurikulum yang akan berjalan melalui Perda. Komisi E juga sudah roadshow ke dinas bersamaan sosialisasi PPDB dari Ngawi sampai Probolinggo untuk mengkomunikasikan hal tersebut. Mereka merespon dengan baik dan siap membersamai,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang telah dimulai pada Senin, 15 Jul 2024, kemarin, Wara Sundari berpesan agar MPLS dilangsungkan dengan kegiatan yang positif dan mengedepankan anti-bullying di sekolah.

“Guru harus lebih aktif mengawasi kegiatan siswanya, orangtua juga tidak boleh melepaskan anaknya begitu saja. Siswa harus dibekali kalau ada sesuatu sekecil apapun bisa melapor termasuk bullying,” katanya.

BACA JUGA :  Wujudkan Ready For Use, Kapolres Pasuruan Melakukan Pengecekan Ranmor Dinas R-4 Sat Samapta dan Polsek Jajaran

Legislator dari Dapil Jatim VIII (Kediri, Kota Kediri) tersebut meminta agar pihak sekolah dan orangtua dapat lebih aktif untuk saling berkomunikasi dan bekerja sama agar persoalan bullying tidak terjadi secara terus-menerus.

“Siswa menghabiskan waktu di sekolah beberapa jam, guru dan orang tua harus perlu saling berkomunikasi untuk mengawasi siswa dan anak di sekolah sehingga persoalan bullying tidak akan terjadi jika komunikasi terus berjalan,” pungkasnya.