Peristiwa

74 Anak Terjangkit Kasus DBD, Warga Sumenep Wajib Waspada

×

74 Anak Terjangkit Kasus DBD, Warga Sumenep Wajib Waspada

Sebarkan artikel ini
Potret RSUD Mohammad Anwar Sumenep (Dok/ist)

SUMENEP,Sekilasmedia.com – Sebanyak 100 orang terjangkit kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sepanjang bulan Januari 2025.

Dari jumlah itu, 74 kasus menjangkiti pasien anak-anak dan 26 orang untuk dewasa.

“Musim hujan menjadi faktor utama meningkatnya kasus DBD di Januari kemarin,” papar Kepala Seksi Informasi RSUD Mohammad Anwar Sumenep, Erfin Sukayati, saat dikonfirmasi, Kamis (6/2).

Sebab, genangan air memicu berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi sumber penyakit DBD.

BACA JUGA :  Pencarian Berakhir, Tiga Santri Korban Ombak Balekambang Ditemukan Meninggal

“Ini yang wajib diwaspadai oleh setiap orang saat hujan,” sambungnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga lebih waspada dan aktif mencegah penyebaran DBD.

“Tipsnya adalah dengan menerapkan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur,” pesannya.

Selain itu, pihaknya menyarankan pentingnya menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang lotion anti-nyamuk dan melakukan fogging.

“Jadi, kalau mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, dan muncul bintik merah di kulit, segera periksa. Sebab, apabila DBD tidak segera ditangani, maka bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Terpisah, Komisi IV DPRD Sumenep, Samoddien, menekankan petugas kesehatan setempat lebih massif melalukan pencegahan penyebaran DBD.

BACA JUGA :  Dua Pasangan Mandi Kramas Di- Atas Motor Hebohkan Dunia Maya, Sudah Di-Amankan Polisi.

“Untuk puskesmas dan rumah sakit, manakala ada pasien yang positif kena DBD, maka segera lakukan fogging di rumahnya. Ini agar tidak menyebar dan memastikan rumah pasien aman,” katanya.

Pihaknya mengimbau warga juga lebih waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan terdekat.

“Kepada masyarakat, kalau sanak keluarganya kena demam, maka cepat periksa, biar dapat penanganan. Jangan dibiarkan dengan alasan berbiaya. Semua layanan kesehatan gratis di Sumenep,” pungkasnya.

 

Penulis : Rifan A

Editor: kaylla