Jembrana ,Sekilasmedia.com–
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan super ketat terhadap kendaraan dan penduduk pendatang yang masuk Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Jumat (4/4/2025).
Kendaraan itu memilih lebih awal kembali ke Bali setelah lebaran, karena untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang yang biasanya terjadi pada saat puncak arus balik.
Berdasarkan pantauan, kendaraan pribadi dan sepeda motor mendominasi arus penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Anggota polisi memeriksa satu persatu kendaraan yang baru turun dari kapal untuk menyaring barang bawaan dan penduduk yang tidak membawa identitas.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Komang Muliyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan serangkaian dari Operasi Ketupat Agung 2025, bertujuan untuk memastikan situasi Kamtibmas yang kondusif.
Terkait pemeriksaan masih difokuskan pada Pos II pintu masuk Bali, mengingat jumlah kendaraan sudah mulai menunjukan peningkatan pasca libur lebaran.
“Langkah ini kami ambil, sebagai antisipasi dan pencegahan masuknya barang-barang berbahaya, sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan selama masa arus balik berlangsung,” katanya.
Untuk personil yang dilibatkan berjumlah 60 orang. Selain disiagakan di Pos II pintu masuk, sebagian personil juga di tempatkan pada simpang simpang jalan untuk mengatur lalu lintas.
Sementara itu, PT. ASDP Indonesia dalam siaran pers, Jumat menyebutkan, pada H+1 total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 37.943 orang.
“Jumlah itu meningkat 24,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin.
Guna melayani jasa penyeberangan di Selat Bali pihaknya telah mengerahkan 32 unit armada kapal, dengan sistem keberangkatan pemudik yang terjadwal.
“Pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini kepadatan di pelabuhan relatif lebih bisa ditekan,” tambahnya.
“Lewat pembelian tiket online, kedatangan pemudik di pelabuhan lebih terjadwal sehingga antisipasi pengaturan bisa dilakukan lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : Soni
editor: kaylla






