Daerah

Perkuat Penanganan Pascabencana, BPBD Kota Malang Gelar Pelatihan JITUPASNA

×

Perkuat Penanganan Pascabencana, BPBD Kota Malang Gelar Pelatihan JITUPASNA

Sebarkan artikel ini
BPBD Kota Malang saat menggelar pelatihan JITUPASNA di Ascent Premiere Hotel and Convention (foto S Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com- Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan Pemerintah Kota Malang. Kali ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menggelar pelatihan JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) di Ascent Premiere Hotel and Convention, Rabu (14/5/2025).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga Tim Penggerak PKK. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kapasitas dalam merespons situasi pascabencana secara cepat, tepat, dan berbasis data.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Malang dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh dan terintegrasi.

BACA JUGA :  Kodim 0815 Mojokerto Dukung Penuh Operasi Patuh Semeru 2018

“Meski secara statistik Kota Malang tidak termasuk wilayah dengan risiko bencana tinggi seperti Kabupaten Malang, bukan berarti kita bisa lengah. Pelatihan ini penting agar saat bencana terjadi, kita tahu langkah apa yang harus diambil—mulai dari identifikasi kerusakan, kerugian, hingga kebutuhan pemulihan,” jelasnya.

Menurutnya, JITUPASNA menjadi langkah awal penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis untuk melakukan kajian kebutuhan pascabencana secara cepat dan akurat di tingkat wilayah masing-masing.

BACA JUGA :  Pengurus Baru DPC PKB Gresik Resmi Dilantik, Fokus Konsolidasi dan Persiapan Musancab

“Kalau kita tidak tahu ilmunya, ketika bencana datang kita akan kebingungan. Maka dari itu, kita latih agar semua perangkat, termasuk di tingkat kecamatan dan kelurahan, mampu menyusun kajian kebutuhan yang komprehensif,” tambahnya.

Selain itu, Prayitno juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Hanya dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, penanggulangan bencana bisa dilakukan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, semua ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.