Daerah

Dukung Ketahanan Pangan Kota, Pemkot Malang Dapat Bantuan Alat Pertanian

×

Dukung Ketahanan Pangan Kota, Pemkot Malang Dapat Bantuan Alat Pertanian

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat mencoba alat pemanen padi bantuan dari pemerintah pusat (foto S Basuki / sekilasmedia.com).

Malang, sekilasmedia.com– Pemerintah Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa Kota Malang baru saja menerima alsintan yang diberikan kepada 20 kelompok tani (poktan) se Kota Malang. Yakni Paddy Mower, Handtractor, Hammer Mill, Handsprayer Electric dan Mulsa Perak Hitam. Selain itu juga ada combain harvester atau alat panen padi. Alat seharga Rp 500 juta dari pemerintah pusat sebagai bentuk perhatian Presiden terhadap sektor pertanian di wilayah urban.

“Alhamdulillah, ini bentuk perhatian langsung dari Bapak Presiden. Walaupun kita berada di wilayah perkotaan, beliau tetap memberikan dukungan agar ketahanan pangan tetap terjaga,” ujar Wahyu saat menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Kelurahan Wonokoyo, Senin (17/6).

BACA JUGA :  Stop Curi Umur, Yayasan Undar Peduli Sepakbola Anak

Selain bantuan dari pusat, Pemerintah Kota Malang melalui APBD juga menyalurkan bantuan pertanian kepada kelompok tani di empat kecamatan. Bantuan ini mencakup berbagai aspek mulai dari alat pengolah, bibit, hingga dukungan intensifikasi tanam.

“Target kita masih sama seperti tahun lalu, yakni mempertahankan produksi padi sekitar 15 ribu ton per tahun. Kita tidak menambah lahan, tapi melalui intensifikasi dan optimalisasi masa tanam, target itu diyakini bisa tercapai,” jelas Wahyu.

Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian yang tersisa di kota. Ia mengakui bahwa ancaman alih fungsi lahan di perkotaan sangat nyata, namun Pemkot telah menyiapkan regulasi ketat untuk membendung tren tersebut.

“Kita sudah punya regulasi yang mengatur perlindungan lahan pertanian. Tantangannya memang berat, tapi kami akan terus berusaha agar Kota Malang tidak kehilangan ruang produksinya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Arahan Wakil Wali Kota Palembang kepada Seluruh Camat dan Lurah Kota Palembang

Salah satu strategi yang dianggap efektif dalam mendukung para petani adalah penguatan kelembagaan melalui Koperasi Merah Putih. Menurut Wahyu, koperasi ini akan menjadi ujung tombak dalam pengadaan bibit, pupuk, hingga pemasaran hasil panen.

“Kalau tidak ada koperasi, kita akan kesulitan dalam penyediaan sarana produksi dan distribusi hasil panen. Koperasi Merah Putih ini akan menjadi motor penggerak kesejahteraan petani Kota Malang,” katanya.

Di tengah keterbatasan lahan, Pemkot Malang menargetkan perluasan cakupan pertanian perkotaan melalui pendekatan berbasis komunitas dan urban farming. Dengan konsistensi program dan dukungan regulasi, Malang berupaya menjadi kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tapi juga mandiri secara pangan.