Malang, sekilasmedia.com – Sebuah langkah inspiratif dalam dunia literasi pendidikan ditandai dengan peluncuran buku “Takdir Pena dan Kapur”, sebuah antologi tulisan karya guru-guru Sekolah Elementer (SE) di Kota Malang. Buku ini merupakan hasil kerja sama antara salah satu media cetak nasional dengan Dinas Pendidikan Kota Malang. Selasa (24/6).
Peluncuran buku yang digelar secara resmi ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Ia menyampaikan bahwa karya tersebut merupakan bentuk nyata dari gerakan literasi di kalangan pendidik.
“Ini adalah hasil dari proses panjang yang kita dorong agar para pengajar tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar menulis. Dari total 40 peserta, sebanyak 19 guru berhasil menyelesaikan tulisan yang layak diterbitkan,” ujar Wahyu dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menulis sebagai bentuk ekspresi intelektual guru. “Penulisan ini bukan hanya sekadar menuangkan kata, tetapi juga menggambarkan pemikiran, pengalaman, dan pesan-pesan mendalam tentang dunia pendidikan. Lewat buku ini, kita bisa merasakan itu semua,” tambahnya.
Menurut Wahyu, isi buku ini beragam. Mulai dari kisah para guru dalam meniti karier, perjuangan mereka mendidik murid, hingga refleksi personal dalam menjalani profesi mulia tersebut. Gaya penulisan yang bervariasi dari tiap penulis justru menjadi kekuatan tersendiri.
Lebih jauh, ia berharap buku ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak guru penulis. “Kami ingin mendorong semangat one teacher, one book. Jadi setiap guru memiliki tanggung jawab untuk berpikir kritis dan menuliskannya. Karena menulis itu soal keberanian untuk memulai,” katanya.
Peluncuran buku “Takdir Pena dan Kapur” ini juga menandai komitmen Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan kualitas dan peran guru sebagai agen perubahan, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang literasi.






