Daerah

Peringati Milad Perpenca 2025, Bupati Jember Komitmen Berikan Hak yang Setara Bagi Penyandang Disabilitas

×

Peringati Milad Perpenca 2025, Bupati Jember Komitmen Berikan Hak yang Setara Bagi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember saat menghadiri milad Perpenca 2025. (Foto: pemkab jember)

Jember, sekilasmedia.com- Peringatan Milad Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (Perpenca) diselenggarakan di Alun-Alun Nusantara pada Minggu (13/7). Acara yang bertajuk ‘Bergerak untuk Disabilitas’ itu dihadiri langsung oleh Bupati Jember.

Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan komitmennya untuk memberikan hak dan akses yang setara kepada seluruh warga. Termasuk bagi para penyandang disabilitas.

“Kami sadar, bahwa saudara-saudara kami, kaum disabilitas tidak meminta untuk dikasihani. Tetapi meminta diberikan hak yang sama untuk membangun Republik Indonesia,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Minggu (13/7/2025).

BACA JUGA :  dr. Aminuddin Kunjungi Kantor Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo

Gus Fawait menegaskan, pihaknya menolak penggunaan istilah ‘disabilitas’ atau ‘tidak mampu’. Dirinya mengusulkan istilah ‘kekhususan’ untuk menggambarkan keunikan dan potensi luar biasa yang dimiliki saudara berkebutuhan khusus.

“Mungkin secara fisik ada keterbatasan, tetapi saya yakin Allah memberikan kelebihan di sektor lainnya. Ini bukan soal kekurangan, tapi soal kekhususan,” ujarnya.

Gus Fawait juga mendorong berdirinya koperasi-koperasi yang dikelola oleh komunitas disabilitas. Termasuk mereka dari komunitas tuna netra, sebagai bagian dari strategi inklusif pengentasan kemiskinan.

BACA JUGA :  Koramil Sumberasih Meriahkan HUT RI Ke 77

“Koperasi adalah jati diri bangsa dan alat untuk mengurai ketimpangan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi jangan hanya dinikmati oleh segelintir orang,” paparnya.

Gus Fawait menambahkan, bahwa Pendidikan juga menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan. Maka dari itu, Pemkab memberikan kuliah gratis kepada anak-anak Jember, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas.

“Tidak ada jalan paling efektif untuk mengurai kemiskinan, kecuali lewat jalur ilmu pengetahuan. Karena itu, kami akan memberikan 20.000 kuota kuliah gratis, termasuk dsri kalangan penyandang disabilitas,” pungkasnya.