Daerah

Pengajian Umum Tahun Baru Islam 1447 H di Desa Pingkuk: “Siap Jadi Pemain, Tidak Hanya Jadi Penonton”

×

Pengajian Umum Tahun Baru Islam 1447 H di Desa Pingkuk: “Siap Jadi Pemain, Tidak Hanya Jadi Penonton”

Sebarkan artikel ini
Suasana Khidmat Pengajian Umum Tahun Baru Islam di Balai Desa Pingkuk, Sabtu 26 juli 2025 ( Foto : Eko P ) sekilasmedia.com

Magetan,Sekilasmedia.com- Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, menggelar pengajian umum bertajuk “Siap Jadi Pemain, Tidak Hanya Jadi Penonton” pada Sabtu malam (26/7/2025) di Balai Desa Pingkuk.

Acara keagamaan ini berlangsung khidmat dan penuh antusias dari warga. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Nabil, yang membacakan dengan suara merdu dan penuh penghayatan.

BACA JUGA :  Penuh Haru dan Khidmat, Puluhan Santri Darul Gur'an Al Madani Resmi Sandang Predikat Hafizh

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Bapak Purnomo, yang mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh elemen masyarakat, serta berharap momentum Tahun Baru Islam ini menjadi awal semangat baru dalam meningkatkan iman dan kebersamaan.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Pingkuk, Ajis Santoso, segenap anggota BPD, seluruh perangkat desa, takmir mushola se-Desa Pingkuk, dan seluruh ketua RT, yang turut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara ini.

Puncak pengajian diisi oleh KH. Hamid Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Karasan, Magetan. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya generasi muda Islam untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dan tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman.

BACA JUGA :  Kapolres Gresik Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di 10 Hari Terakhir Ramadan

Pengajian ini juga dimeriahkan oleh irama hadrah dari Jam’iyyah Sholawat Nurul Hidayah Desa Pingkuk, yang menambah suasana religius dan menggugah semangat kebersamaan.

Kegiatan pengajian umum ini menjadi momentum spiritual sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga desa, serta mempertegas tekad bersama untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai langkah awal membangun desa yang lebih religius, mandiri, dan harmonis.