Daerah

Dandim Demak Hadiri Kick Off Gerakan Pangan Murah Polri–Bulog

×

Dandim Demak Hadiri Kick Off Gerakan Pangan Murah Polri–Bulog

Sebarkan artikel ini
Dandim 0716/Demak Letkol Arm Doni Romansah dan jajaran Forkopimda saat acara *Zoom Meeting* Kick Off/Launching GPM Polri–Bulog serta dialog interaktif Kapolri.(foto : Dok. Pendim 0716/Demak - sekilasmedia.com)

 

Demak,Sekilasmedia.com– Menyambut HUT ke-80 RI, Polri dan Perum Bulog bersinergi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia. Peluncuran di Kabupaten Demak ditandai dengan *Zoom Meeting* Kick Off/Launching GPM Polri–Bulog serta dialog interaktif Kapolri bersama jajaran Pemda Demak dan Badan Pangan Nasional, Kamis, 14 Agustus 2025.

Kegiatan di Ruang Vicon Polsek Wedung ini dihadiri Dandim 0716/Demak Letkol Arm Doni Romansah dan jajaran Forkopimda. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga beras dan pasokan kebutuhan pokok, merespons harga beras di sejumlah daerah yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

BACA JUGA :  Jelang Pemilu 2024, Kapolres Lamongan Pastikan Personel Siap Siaga

HET ditetapkan Rp 12.500 per kilogram untuk Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp 13.100 untuk Sumatra (di luar Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan; serta Rp 13.500 untuk Maluku dan Papua.

Pengawasan distribusi melibatkan Bhabinkamtibmas Polsek untuk sosialisasi dan pemantauan lapangan. Tim gabungan dari Bulog, Polri, Pemda, dan Bapanas melakukan evaluasi harian melalui aplikasi. Polres Demak menyalurkan 16 ton beras GPM yang dibagi ke 14 Polsek.

BACA JUGA :  Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi, Mbak Wali Koordinasi Bersama KPK

*Zoom meeting* juga membahas dukungan Polri terhadap program penyerapan jagung nasional, mulai harga pembelian pemerintah hingga distribusi melalui koperasi atau tim jemput jagung Bulog.

Masyarakat dapat melapor jika menemukan penyimpangan lewat **Hotline 110** atau aplikasi Klik SPHP. Satgas SPHP Polri yang dipimpin Kakorbinmas akan merekap capaian harian dan menindak tegas pelanggar HET maupun mitra tidak resmi.