Daerah

Perpustakaan Nasional Lapas Kediri Resmi, Literasi Bisa Hadir dari Mana Saja

×

Perpustakaan Nasional Lapas Kediri Resmi, Literasi Bisa Hadir dari Mana Saja

Sebarkan artikel ini
Perpustakaan Nasional Lapas Kediri Resmi, Literasi Bisa Hadir dari Mana Saja.(Foto:LP/Saman/Sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com– Lapas Kelas IIA Kediri mencatat sejarah baru. Hari ini, lembaga pemasyarakatan tersebut resmi memiliki perpustakaan bertaraf nasional yang diberi nama *“Perpustakaan Tunas Harapan”*. Penyerahan sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, S.Sos., MM. (29/08/2025)

Dalam sambutannya, Eko mengajak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk membiasakan diri membaca. Ia menegaskan, perpustakaan ini sudah berstandar nasional dan koleksi bukunya terus diperbarui, sehingga warga binaan kini punya ruang belajar yang tidak kalah dengan masyarakat di luar.

“Literasi bisa datang dari mana saja. Tidak hanya dari buku, tapi juga lewat program pembinaan dan berbagai pengalaman hidup. Yang penting ada kemauan untuk belajar,” ujar Eko di hadapan ratusan warga binaan yang hadir.

Sebelum itu, Kasi Binadik Lapas Kediri, Harry Suryadi Poespo Hardjono, A.Md.I.P., S.H., yang mewakili Kalapas, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Disarpus. Ia menilai, hadirnya perpustakaan nasional di dalam lapas merupakan capaian penting sekaligus wujud nyata sinergi antarinstansi.

Harry juga menambahkan, meski berada di balik tembok penjara, minat baca warga binaan sebenarnya cukup tinggi. “Tidak jarang perpustakaan kami ramai dipenuhi pembaca dari berbagai kamar hunian. Dengan hadirnya perpustakaan nasional ini, harapan kami literasi warga binaan semakin meningkat, begitu juga dengan wawasan mereka,” ujarnya.

Momen ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya jajaran Disarpus Kota Kediri hadir langsung di tengah-tengah warga binaan. “Kami merasa terhormat dan bersemangat, karena kehadiran ini memberi energi baru untuk pembinaan,” lanjut Harry.

Acara penyerahan sertifikat berlangsung di Aula Lapas Kediri. Selain jajaran Disarpus, hadir pula Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional RI, pejabat struktural Lapas Kediri, serta para warga binaan yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Usai penyerahan, acara dilanjutkan dengan pemutaran film edukasi bertajuk *“Satu Layar, Literasi Cinema: Memetik Ilmu, Menanam Asa”*. Program hasil kolaborasi Disarpus dan Relawan Literasi ini mengajak warga binaan untuk belajar lewat medium yang berbeda: layar lebar, dengan pesan-pesan sarat makna.

Dengan berdirinya Perpustakaan Tunas Harapan, Lapas Kediri tidak hanya memperkuat fungsi pembinaan kepribadian, tetapi juga membuka jalan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan. Literasi menjadi pijakan, dan perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya harapan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *