Daerah

Jatim Harus Damai, Kapolda Jatim Sidak Objek Vital Korban Kerusuhan Aksi Demo Massa

×

Jatim Harus Damai, Kapolda Jatim Sidak Objek Vital Korban Kerusuhan Aksi Demo Massa

Sebarkan artikel ini
Jatim Harus Damai, Kapolda Jatim Sidak Objek Vital Korban Kerusuhan Aksi Demo Massa di Kediri.(Foto:Saman/Sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com- Aksi Demo Massa yang berujung Kerusuhan membuat masyarakat sangat prihatin dan menyayangkan kondisi hingga saat ini.Trauma sebagian besar warga Kediri khususnya dan Jawatimur pada umumnya juga membuat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto terjun langsung meninjau kondisi Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri pasca aksi demo massa berujung rusuh terjadi beberapa hari lalu.

Dalam kunjungan kerjanya Kapolda menegaskan bahwa penyampaian aspirasi semestinya dilakukan secara santun dan tidak merugikan banyak pihak.

BACA JUGA :  Masa Persidangan I Tahun 2020, Dihadiri Wagub Kalteng

“Kita bisa melihat sendiri kondisi sekarang ini, seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi. Aspirasi itu harusnya disampaikan dengan baik, tidak dengan cara yang memaksakan apalagi sampai menimbulkan kerusakan,” ujar Kapolda Jatim Nanang, Kamis (4/9/2025).

Dirinya menyoroti sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan, termasuk Pemkab dan gedung DPRD Kabupaten Kediri. Menurutnya, kerusakan tersebut justru menimbulkan kerugian karena anggaran daerah yang seharusnya untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat, kini harus dialihkan untuk perbaikan.

“Merusak itu tidak menyelesaikan masalah. Anggaran yang mestinya dipakai membangun, akhirnya terpaksa digunakan memperbaiki fasilitas yang rusak. Ini kan sangat disayangkan,” tambahnya.

BACA JUGA :  MGMP PJOK SMP Cup XVI 2026 Resmi Ditutup, Wadah Pembinaan Bakat dan Sportivitas Siswa

Kapolda Jatim menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi permasalahan dan tidak mengedepankan emosi.

“Semua orang punya hak, tapi juga punya kewajiban. Mari kita saling mengingatkan, jangan sampai peristiwa seperti ini terulang. Kita harus tetap guyub, rukun, dan menjaga Jawa Timur agar tetap kondusif, sehingga perekonomian dan kehidupan masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.