Probolinggo, Sekilasmedia.com – Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kota Probolinggo berduka, kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adalah Wali Kota Probolinggo Periode 2004–2014, H. Muhammad Buchori, berpulang ke rahmatullah pada Senin pagi (15/9) di usia 71 tahun. Sosok yang tidak hanya memimpin dengan hati, tetapi juga menginspirasi banyak orang hingga akhir hayatnya.
Mendengar kabar wafatnya H. M. Buchori, Wali Kota Probolinggo saat ini, dr. Aminuddin, langsung menunda seluruh agenda kegiatannya hari ini untuk bertakziah ke rumah duka di Jalan Raya Bromo KM 5. Ia datang bersama rombongan yang terdiri dari Pj. Sekda Kota Rey Suwigtyo, para asisten, staf ahli, kepala satuan kerja, camat, dan lurah di lingkungan Pemkot Probolinggo.
BACA JUGA : Bupati Mojokerto Lepas Keberangkatan CJH Kloter 29 Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH). Hari ini, Bupati Mojokerto melepas keberangkatan CJH kelompok terbang (kloter) 29 di Halaman Kantor Bupati Mojokerto, Kamis (23/6) petang. Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberangkatkan CJH kloter 29 sejumlah 128 orang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko melepas keberangkatan CJH yang kedua kalinya. CJH asal Kabupaten Mojokerto kloter 29 ini dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pukul 20.00 WIB. Dan akan terbang ke tanah suci pada Jumat (24/6) pukul 19.05 WIB. Bupati Ikfina mengimbau, agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat pelaksanaan haji saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Ikfina saat naik di salah satu bus rombongan CJH. “Saya ucapkan selamat jalan, semoga semua diberi kelancaran, semua sehat, semua diberi kesabaran. Saya tunggu kedatangannya nanti dalam kondisi semuanya haji yang mabrur. Sekali lagi saya ucapkan selamat jalan, dinikmati ibadahnya, semoga semuanya lancar barokah,” ungkapnya. Pada keberangkatan sebelumnya, Bupati Ikfina berpesan, agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat pelaksanaan haji saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. "Selama nanti perjalanan maupun selama melaksanakan rangkaian ibadah haji, saya minta tolong, tetap menggunakan masker, karena selain Covid-19 masker ini dapat melindungi kita dari penularan berbagai virus penyakit yang lain yang kita tidak tahu bisa saja penyakit itu dibawa oleh para jemaah haji dari berbagai tempat dari seluruh penjuru dunia," ujarnya. Lebih lanjut, pihaknya juga mengingatkan kepada CJH asal Kabupaten Mojokerto ini, agar selalu membawa dan menggunakan hand sanitizer dalam pelaksanaan ibadah haji. "Yang kedua, saya minta tolong kemana-mana bawa hand sanitizer, jadi nanti kalian dimana pun sebelum kalian memegang area wajah, sebelum kalian wudhu, dan sebelum kalian membuka masker atau mengganti masker, minta tolong kalian pakai hand sanitizer", bebernya. Dalam melaksanakan ibadah haji, Ikfina juga berharap, para CJH dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melaksanakan ibadah selengkap-lengkapnya. "Fokus ibadah, yang di rumah sudah ada yang menjaga, mudah-mudahan diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah dan saat nanti pulang dengan membawa barokah nikmat haji mabrur," pungkasnya.
“Saya atas nama pribadi, pemerintah, dan seluruh masyarakat Kota Probolinggo menyampaikan duka cita yang mendalam. Kita semua kehilangan sosok yang sangat berjasa dan menjadi teladan bagi banyak orang,” ujar dr. Amin.
Wali Kota Amin juga mengenang almarhum sebagai sosok guru dan panutan dalam berbagai aspek, mulai dari pemerintahan, kemasyarakatan, hingga kepemudaan. “Beliau adalah guru bagi kita semua. Bahkan satu bulan setengah yang lalu, saat pertama kali dirawat, beliau masih sempat berbincang dengan saya tentang bagaimana membangun Kota Probolinggo ke depan. Sampai akhir hayatnya, pikirannya tetap untuk kota ini,” tambahnya dengan nada haru.
Sementara itu anak pertama almarhum, Indi Eko, mewakili keluarga, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa dari masyarakat serta Pemkot Probolinggo. Indi menuturkan, Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr. Moch. Saleh setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit komplikasi yang dideritanya selama kurang lebih 53 hari.
“Terima kasih kepada semuanya yang telah mendoakan ayah kami. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan beliau semasa hidup. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ucapnya penuh haru.