Blitar,Sekilasmedia.com-Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, tema ini mencerminkan tekad santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan bangsa di tengah dinamika global. Makna mendalam disampaikan ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim.
Menurut Syahrul, Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momen untuk mengenang perjuangan para kyai dan santri yang ikut berjuang melawan penjajahan demi kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan Hari Santri ini adalah momentum bagi para santri untuk mengingat perjuangan para pendahulu, para kyai yang waktu itu ikut berperang melawan penjajah,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat juang para santri di masa lalu harus terus dihidupkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi bangsa di masa kini.
“Memang saat ini tidak ada penjajahan, tapi para santri harus berpikir ke masa depan — bagaimana bangsa ini bisa semakin maju dan persatuan tetap terjaga,” lanjutnya.
Syahrul menilai, dengan jutaan santri di seluruh Indonesia, kalangan santri memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan nasional. Peran aktif santri di berbagai bidang diyakini dapat menjadi kekuatan yang menggerakkan bangsa menuju kemajuan.
“Apabila santri tidak memiliki peran, maka perjuangan bangsa ini bisa terhambat. Tapi sebaliknya, jika santri berperan strategis, insyaAllah negara ini akan maju,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional di Kota Blitar merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren. Kerja sama tersebut selama ini telah terjalin melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Syahrul Alim berpesan agar para santri di Kota Blitar terus menjaga semangat dan meningkatkan kualitas diri, baik dalam ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun moralitas.
“Saya berharap para santri, khususnya di Kota Blitar, tetap semangat dan berani berbuat demi kemajuan bangsa. Tingkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” imbuhnya.






