Daerah

Ratusan Truk Sampah Serbu Kantor Gubernur Bali, Minta TPA Suwung Buka Permanen

×

Ratusan Truk Sampah Serbu Kantor Gubernur Bali, Minta TPA Suwung Buka Permanen

Sebarkan artikel ini
Kantor Gubernur Bali dikepung ratusan truk bermuatan sampah. Mereka berasal dari Forkom Swakelola Sampah Bali yang menggelar demi (foto sekilasmedia.com/soni)

Denpasar,Sekilasmedia.com-
Ratusan truk pengangkut sampah yang datang dari TPA Suwung menyerbu Kantor Gubernur Bali, Selasa (23/12). Mereka berasal dari Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB).

Demo tersebut sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan solusi pasca rencana penututupan TPA Suwung, yang rencananya 23 Desember 2025, meski wacana penutupan itu sudah ditunda.

Berdasarkan informasi, setidaknya lebih dari 500 truk pengangkut sampah datang ke kantor gubernur ini. Kedatangan mereka ditemui langsung oleh Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Rentin.

‎Koordinator Forum Swakelola Sampah Bali I Wayan Suarta didampingi pengurus lainnya menyampaikan beberapa hal, terkait dengan penutupan TPA Suwung yang diperpanjang sampai 28 Februari 2026.

BACA JUGA :  Usai Menjuarai Kejuaraan Internasional Musikawa Karatedo 2024, Rombongan Atlet Kota Malang Disambut Meriah

Ia mempertanyakan solusi yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi penumpukan sampah selama dua bulan ke depan.

“Kalau harus menunggu realisasi program menjadikan sampah sebagai energi listrik jelas sulit dalam waktu dekat. Karena itu, TPA Suwung harus tetap dibuka secara permanen,” katanya.

‎Dalam aksinya itu Forkom SSB juga mengajukan sejumlah tuntutan. Diantaranya penundaan penutupan TPA Suwung sebelum ada TPA pengganti. Akses jalan menuju TPA Suwung yang rusak parah agar segera diperbaiki. Pengaturan keluar masuk armada sampah baik armada dinas, hibah, swakelola ke TPA secara tertib tidak saling serobot.

BACA JUGA :  Partisipasi Aktif Wujudkan Satu Data Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Apresiasi Sejumlah OPD

Sebab aspirasi yang sebelumnya dilakukan belum terealisasi sampai sekarang. Menurut peserta aksi demo yang lain, bukan TPA Suwung yang ditutup, tetapi open dumpingnya yang dibenahi kalau itu melanggar ketentuan.

“Kalau TPA Suwung ditutup tentu persoalan sampah akan semakin sulit diatasi. Bahkan, TPS3R dan TPST yang ada saat ini belum berfungsi maksimal,” ujar peserta demo.

Para peserta aksi juga menginginkan untuk melakukan dialog langsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait dengan penutupan TPA Suwung ini.

‎Menanggapi itu Made Rentin menyanggupi akan menyediakan ruang dialog pada Senin 29 Desember 2025 di Kantor Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.