Denpasar,Sekilasmedia.com-
Hasil akhir pembangunan sarana dan prasarana proyek drainase di Jalan Tukad Pekaseh, Lingkungan Banjar Peken, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, dipertanyakan warga.
Mereka menuding proyek itu dikerjakan asal asalan dengan anggaran yang tidak transparan. Bahkan diakhir pelaksanaannya box culvert yang tersisa tidak dipasang, paving block dibongkar dan dibiarkan, serta limbah material proyek tidak dibersihkan alias berserakan.
Menanggapi tuduhan itu, Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami, Senin (29/12) langsung angkat bicara dan menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar.
“Kami mengklarifikasi untuk meluruskan informasi itu tidak benar,” tegasnya.
Menurut Sukanami, selama kegiatan berlangsung memang diakuinya ada sedikit keteledoran, itu bukan soal anggaran maupun spesifikasi, melainkan kurangnya komunikasi dengan warga.
Meski begitu keberlangsungan proyek tetap berjalan lancar sesuai target. Untuk saat ini proyek sudah rampung hanya tinggal merapikan dan pembersihan sisa material.
“Sudah klir, malam itu saya langsung minta pendampingan pihak Kaling, Babinsa, Bendesa dan PU, ternyata ada miskomunikasi di masalah ini,” katanya.
Terkait isu anggaran, bahwa untuk anggaran proyek drainase itu sangat transparan, sebab berproses melalui sistem tender dengan kode 10627591000. Sumber anggarannya dari APBDP Kota Denpasar tahun 2025, senilai Rp 274 juta lebih dari pagu Rp 281,250 juta.
“Kami sudah melaksanakan hasil klarifikasi dan negosiasi harga teknis bersama pihak terkait. Jadi semuanya jelas dan transparan,” ungkapnya.
Dari hasil perkiraan sendiri (HPS) ada empat pekerjaan, meliputi pekerjaan persiapan, penerapan SMKK, struktur dan perbaikan aspal. Dimana anggaran keseluruhan mencapai lebih dari Rp 281 juta.
“Itu sudah sesuai RAB. Kami juga ada dokumentasi, dan proyek itu sudah dikerjakan sesuai standar yang ditetapkan dalam perencanaan,” tandasnya.
Sukanami menambahkan, pihaknya terbuka untuk setiap klarifikasi. Ia juga berharap kepada masyarakat agar lebih mengutamakan prinsip keberimbangan sebelum membuat video dan narasi di media sosial.