Palembang,Sekilasmedia.com-Walikota Palembang Ratu Dewa mengeluarkan klarifikasi resmi terkait penyelenggaraan kejuaraan karate yang menggunakan nama “Piala Wali Kota Palembang”.
Dalam pernyataan tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa Wali Kota Palembang tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam kegiatan yang kini tengah menuai keresahan di tengah masyarakat tersebut.
“Saya Wali Kota Palembang, baik secara jabatan maupun pribadi, tidak pernah melakukan kerja sama, audiensi, atau bentuk keterlibatan apa pun dengan pihak penyelenggara kegiatan tersebut,’ kata Ratu Dewa,
Senin (09/02/2026).
Selain itu, ia menegaskan Pemerintah kota Palembang dan Wali Kota Palembang tidak memberikan, menerima maupun menarik sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan penyelenggaraan perlombaan tersebut. Saya dan Pemkot Palembang tidak pernah terlibat dalam struktur kepanitiaan atau kepengurusan kegiatan tersebut. Terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Wali Kota Palembang, ia akan meminta klarifikasi serta mendorong dan mendesak penyelenggara agar bertanggung jawab, termasuk mengganti kerugian yang dialami warga dan peserta.
“Pemerintah Kota Palembang menyampaikan keprihatinan atas keresahan dan kerugian masyarakat, serta menegaskan komitmen untuk melindungi dan mengayomi warga, sekaligus mendorong transparansi dan pertanggung jawaban dari pihak penyelenggara,” tegasnya.
Sebelumnya, Kejuaraan Karate Liga Pelajar ke-1 yang mengatasnamakan Piala Wali Kota Palembang digelar di kawasan samping Kantor Camat Kamboja, Sabtu (07/02/2026). Kegiatan tersebut menuai protes orang tua peserta akibat dugaan pengelolaan yang tidak profesional.
Panitia disebut memungut biaya pendaftaran Rp300.000 per peserta ditambah biaya coach Rp30.000, namun fasilitas pertandingan dinilai jauh dari standar. Arena disebut pengap, tidak kondusif, serta tanpa tenaga medis dan ambulans, meski karate merupakan olahraga kontak fisik.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah atlet cilik mengalami kelelahan ekstrem hingga nyaris pingsan. Beberapa orang tua memilih menarik mundur (WO) anaknya demi keselamatan, meski biaya pendaftaran dinyatakan hangus.
Situasi ini memicu tuntutan publik agar pihak berwenang melakukan audit terhadap panitia penyelenggara dan mengusut dugaan penyalahgunaan nama Piala Wali Kota Palembang. Hingga berita ini diturunkan, panitia belum memberikan klarifikasi resmi. ( ril/Nn)






