BISNIS

Sukma Farm, Bisnis Sayur Hidroponik Mahasiswa yang Berawal dari Rakit Apung

×

Sukma Farm, Bisnis Sayur Hidroponik Mahasiswa yang Berawal dari Rakit Apung

Sebarkan artikel ini
Instalasi sayuran segar di Sukma Farm Puri, dikelola secara mandiri menggunakan kualitas pupuk racikan sendiri. foto: lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Berawal dari mengisi waktu luang saat pandemi Covid-19 tahun 2020. Rafli, seorang mahasiswa asal Mojokerto, sukses merintis kebun hidroponik mandiri bernama Sukma Farm. Terletak di Tangunan, Kecamatan Puri, usaha ini terus berkembang dan menjadi salah satu pemasok sayuran segar berkualitas di wilayah sekitar.

Udin, merupakan rekan yang menemani Rafli sejak awal merintis, menceritakan bahwa perjalanan Sukma Farm dimulai dengan sistem rakit apung yang sederhana. “Baru pada awal 2022, setelah pandemi mereda, kami mulai berkembang dan beralih menggunakan sistem pipa dengan air mengalir untuk hasil yang lebih maksimal,” jelasnya.

BACA JUGA :  Omzet Meledak Saat Hari Raya, Bedug Langgeng Kemlagi Banjir Pesanan

Saat ini Sukma Farm mengelola sekitar 6 hingga 7 jenis sayuran, di antaranya selada, pakcoy, caisim, bayam merah, bayam hijau, kailan, dan samhong. Meski skala panennya belum terlalu besar, kualitas sayur dari Sukma Farm tidak perlu diragukan. Hal ini dikarenakan mereka meracik pupuk nutrisi sendiri untuk memastikan tanaman tumbuh sehat dan segar.

BACA JUGA :  DPD ASPAI Purwakarta Dorong Budidaya Anggur Impor, Dukung Upaya Kurangi Impor Nasional

Meski memiliki ambisi menembus pasar ritel lebih besar, saat ini Sukma Farm fokus memenuhi permintaan pasar lokal karena stok yang masih terbatas. Sayuran mereka didistribusikan ke warung-warung, toko grosir Joss, agen sayur, hingga masuk ke Resto Palem Quin. Selain itu, pesanan juga banyak datang melalui WhatsApp. Untuk harga, dibanderol per pack: Rp5.000-Rp6.000, per kilogram: Rp25.000.