Daerah

Langkah Nyata SMK NU Sunan Ampel Cetak Lulusan Care Giver Siap Industri

×

Langkah Nyata SMK NU Sunan Ampel Cetak Lulusan Care Giver Siap Industri

Sebarkan artikel ini
Perwakilan SMK NU Sunan Ampel bersama Insan Medika. (Foto: Shalvana)

Malang,Sekilasmedia.com-SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar kegiatan sinkronisasi kurikulum kelas industri jurusan Layanan Penunjang Keperawatan dan Care Giver (LPKC) bersama Insan Medika. Kegiatan ini bertujuan agar pembelajaran di sekolah semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang layanan kesehatan.

Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK), Putri Nurifa Firdausia, S.Tr.Kom, menjelaskan bahwa sinkronisasi kurikulum adalah proses penyesuaian kurikulum sekolah dengan kebutuhan nyata industri. “Kami ingin memastikan kurikulum yang disusun benar benar mengarah pada kesiapan kerja murid. Jadi apa yang dipelajari di sekolah itu relevan dan bisa langsung diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.

Kepala Program Keahlian LPKC, Nahdah Shofi Zhafirah, A.Md.Kep, menambahkan bahwa kerja sama ini dipilih karena Insan Medika memiliki reputasi dan pengalaman luas di bidang layanan kesehatan, khususnya care giver. “Insan Medika punya standar kompetensi yang jelas dan sesuai kebutuhan industri saat ini, jadi sangat tepat untuk kolaborasi kelas industri,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kapolresta Sidoarjo Ajak Jemaat Gereja Turut Jaga Kerukunan Jelang Pemilu 2024

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Anis Khilya Khasnati Laily, S.Kep., Ns., M.Kep, kelas industri memiliki perbedaan dengan kelas reguler. Kelas industri lebih fokus pada praktik, budaya kerja, dan standar profesional. “Kami juga menambahkan materi soft skill, etika profesi, komunikasi pasien, serta meningkatkan porsi praktik agar murid benar benar siap menghadapi dunia kerja,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa industri kesehatan saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga yang terampil secara teknis. “Yang dibutuhkan itu juga komunikasi yang baik, empati, disiplin, tanggung jawab, kerja tim, dan pemahaman etika serta keselamatan pasien,” ungkap Anis.

BACA JUGA :  Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor di Kecamatan Pucuk

Dengan adanya kelas industri ini, murid akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain kompetensi yang lebih siap kerja, murid juga berpeluang mengikuti magang atau praktik kerja industri yang terstruktur. “Kerja sama ini membuka peluang murid belajar langsung di lingkungan kerja kesehatan sesuai standar industri,” tambah Nahdah.

Meski ada tantangan dalam menyelaraskan kebutuhan industri yang dinamis dengan kurikulum sekolah, pihak sekolah optimis kerja sama ini akan membawa dampak positif. “Harapan kami, murid SMK NU Sunan Ampel benar-benar siap kerja dan terserap di dunia industri kesehatan. Kerja sama ini juga kami harapkan bisa terus berlanjut dan berkembang,” pungkas Putri.