Malang,Sekilasmedia.com-Kegiatan sinkronisasi kurikulum jurusan Landscape dan Pertamanan dilaksanakan di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo sebagai upaya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan sekolah dan mitra industri Greenorama yang bergerak di bidang landscape modern, khususnya vertical garden. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi murid agar lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.
Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa narasumber dari pihak sekolah, di antaranya Pramudya Wulandari, S.Pd selaku Staf Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hadian Artanto, S.Kom sebagai Wakil Ketua BKK, serta Elia Rahmawati, S.Ars sebagai Kepala Program Keahlian Landscape and Gardening. Mereka berperan dalam penyusunan dan penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri. “Sinkronisasi ini penting supaya kurikulum sekolah benar-benar relevan dengan dunia kerja,” ujar Pramudya.
Sinkronisasi kurikulum sendiri merupakan proses penyelarasan materi pembelajaran dengan standar industri. Dalam kegiatan ini, fokus utamanya adalah memastikan materi jurusan Landscape dan Pertamanan lebih aplikatif sesuai kondisi kerja di lapangan. Dengan adanya kerja sama ini, sekolah berharap murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang dibutuhkan industri.
Alasan sekolah memilih Greenorama sebagai mitra karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam bidang landscape modern dan vertical garden yang saat ini banyak dibutuhkan di perkotaan. Menurut pihak sekolah, tren taman vertikal semakin berkembang sehingga peluang kerja di bidang ini juga semakin terbuka. “Kami melihat vertical garden memiliki prospek besar, jadi murid perlu dibekali sejak sekolah,” jelas Elia Rahmawati.
Dalam kelas industri, pembelajaran akan lebih spesifik dibanding kelas reguler. Materi tidak hanya teori, tetapi juga mengacu pada standar kerja nyata dan praktik langsung sesuai kebutuhan industri. Kurikulum juga ditambah dengan materi vertical garden mulai dari desain, pemilihan tanaman, struktur pemasangan, hingga perawatan. Hal ini bertujuan agar kemampuan murid sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Keterampilan yang ditekankan dalam program ini meliputi desain landscape, teknik pemasangan vertical garden, pemahaman karakter tanaman, hingga perawatan taman. Selain itu, sikap disiplin dan etos kerja juga menjadi perhatian penting. Murid juga direncanakan mendapatkan porsi praktik lebih banyak melalui proyek berbasis industri dan pengalaman kerja yang mendekati kondisi nyata. “Dengan praktik lebih banyak, murid akan lebih percaya diri saat masuk dunia kerja,” kata Hadian Artanto.
Meski ada tantangan dalam menyelaraskan kebutuhan industri dengan kurikulum sekolah, pihak sekolah optimis kerja sama ini bisa berjalan baik melalui komunikasi dan diskusi bersama. Ke depan, sekolah berharap program kelas industri ini mampu meningkatkan daya saing murid dan menjadi kemitraan berkelanjutan yang saling menguntungkan. “Harapannya murid kami benar-benar siap kerja dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” tutup Pramudya.






