Gresik, Sekilasmedia.com – Aksi perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di wilayah Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, berhasil digagalkan aparat kepolisian. Dua pelajar diamankan untuk menjalani pembinaan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari (21/2/2026) sekitar pukul 00.10 hingga 01.00 WIB, di depan Perum Patra Raya, Jalan Raya Dusun Karangan, Desa Kambingan.
Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan 110 terkait adanya kerumunan mencurigakan yang diduga akan melakukan tawuran.
“ Setibanya di lokasi, para remaja langsung berhamburan melarikan diri. Sebagian kabur ke area persawahan dan sebagian lainnya menggunakan sepeda motor,” ujarnya.
Dalam pembubaran tersebut, petugas berhasil mengamankan dua remaja berinisial MSM dan DNS yang berstatus pelajar. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Cerme untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Aerox serta sarung yang telah dimodifikasi dengan cara diikat pada bagian ujungnya hingga menyerupai pecut.
Menurut Kapolsek, penggunaan sarung yang dimodifikasi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan karena dapat melukai saat digunakan dalam aksi saling serang.
Selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa, orang tua, serta pihak sekolah. Kedua pelajar tersebut diberikan pembinaan sebagai langkah pencegahan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“ Pembinaan ini kami lakukan agar para remaja tidak kembali terlibat dalam aksi serupa, terlebih di bulan Ramadan yang rawan kenakalan remaja,” tambahnya.
Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui hotline “Lapor Cak Rama” di WhatsApp 0811-8800-2006 atau Call Center Polri 110.
Penulis : Rudi
Editor. : Erik






