Pariwara

Menemukan Diri yang Hilang di Antara Sela-Sela Tarawih

×

Menemukan Diri yang Hilang di Antara Sela-Sela Tarawih

Sebarkan artikel ini
Potret para jamaah yang menunaikan ibadah sholat tarawih.(foto: Sayyida)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Jujur saja, di tengah hiruk-pikuk Maret 2026 yang serba cepat ini, kita sering banget merasa “asing” sama diri sendiri. Dari pagi sampai malam, isi kepala kita cuma dipenuhi sama kerjaan, tugas kuliah, atau sekadar scrolling media sosial sampai jempol pegal. Kita kayak robot yang disetel otomatis buat terus lari mengejar sesuatu yang kadang kita sendiri nggak tahu apa tujuannya. Nah, di sinilah Ramadan datang sebagai “rem darurat”, terutama lewat momen salat tarawih. Pernah nggak sih, pas lagi berdiri di barisan saf, pikiran kamu malah melayang ke mana-mana? Bukannya fokus ke bacaan imam, kita malah kepikiran deadline besok, drama di grup WhatsApp, atau menu sahur nanti. Di momen itu, kita sadar kalau tubuh kita memang ada di masjid, tapi jiwa kita entah tersesat di mana.

BACA JUGA :  Ny Amik Latih PKK Desa Sukowati Bungah Membuat Kue Berbahan Pisang

 

Padahal, sela-sela rakaat tarawih itu sebenarnya adalah ruang tunggu spiritual yang mewah banget. Di antara salam dan takbir berikutnya, ada jeda singkat yang harusnya bisa kita pakai buat sekadar ambil napas panjang dan ngobrol sama diri sendiri. Di detik-detik itulah kita punya kesempatan buat melepas semua “topeng” yang kita pakai seharian di depan orang lain. Di hadapan Tuhan, kita nggak perlu pura-pura sukses, nggak perlu pamer pencapaian, dan nggak perlu haus validasi algoritma. Tarawih itu momen buat “pulang” ke rumah yang sesungguhnya, yaitu hati kita sendiri yang mungkin sudah terlalu lama berdebu karena urusan duniawi yang nggak ada habisnya.

BACA JUGA :  Kodim 0815 Mojokerto Lakukan Verifikasi Di Sejumlah Koramil

 

Jadi, buat tarawih nanti malam, coba deh jangan terlalu buru-buru pengen cepat selesai cuma demi lanjut main HP atau nongkrong. Nikmati setiap sujudnya, rasakan heningnya, dan manfaatkan jeda di tiap rakaatnya buat memaafkan diri sendiri atas semua kesalahan yang sudah lewat. Ramadan tahun ini jangan cuma dijadiin ajang pindah jam makan atau sekadar rutinitas fisik belaka. Yuk, kita jemput lagi diri kita yang hilang itu di antara sela-sela doa yang tulus. Karena pada akhirnya, ketenangan yang paling nyata itu nggak bakal ketemu di layar smartphone, tapi di saat kita benar-benar bisa jujur dan tenang di hadapan Pencipta.

 

(Foto: Sayyida)