Asahan,Sekilasmedia.com-Peredaran Narkoba jenis baru pod getar bahasa keren nya yang lagi marak di Asahan menjadi perbincangan hangat oleh toko masyarakat dan wartawan, padahal, pertengahan tahun 2025 hingga buahun 2026, Satnarkoba Polres Asahan berhasil mengamankan sedikitnya 2.690 cartridge vape, cairan mengandung Narkotika yang ada di dalam pod getar berikut 4 orang pelaku.
Hal ini tentu saja menjadi tanda tanya besar dan perbincangan masyarakat khususnya kalangan Jurnalis di Asahan. Apakah pengungkapan kasus itu justru semakin mendongkrak peredaran pod getar.
“Banyak ditangkapi, tapi kok malah makin kek jual kacang pula pod getar di Asahan ini, khususnya di Kota Kisaran. Harusnya makin banyak ditangkapi makin sikit lah,” celetuk Dolly Simbolon ketua FORWAKA Asahan, kepada jurnalis online saat bertemu.
Dolly menyebut, pihak Polres Asahan dalam hal ini Satnarkoba harus memberantas peredaran pod getar. Karena ditakutkan, akan banyak para remaja yang akan menjadi korban.
“Pod getar ini beda sama narkoba yang lain. Dia lebih berkelas. Karena dipadu dengan Vape. Makenya pun bisa dimana aja, gak harus tempat tertutup. Jadi saya harap pihak Satnarkoba segera bertindak sebelum banyak remaja menjadi korban,” tegas Dolly, yang juga Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Asahan ini saat bertemu, Senin (06/04/26).
Hasil investigasi wartawan di lapangan, adapun sejumlah merk Pod Getar yang diminati kalangan anak muda dan orang dewasa saat ini yakni Narkoba, Yakuza, K-Pods dan Lamborghini 88.
“Soal harga bervariasi. Ada yg Rp 2,2 juta langsung liquid, ada yang Rp 1,2 juta – Rp 1,8 juta gak pake liquid,kalau untuk mendapatkan barang itu datang di THM pasti ada yang datang nawarkan ,” beberapa sumber yang ngak mau disebutkan kan namanya.
“Trimakasih infonya pak, kami tinjut dengan melakukan penyelidikan atas info tersebut,” balas Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani SIK dimintai tanggapannya.






