Daerah

Hati-hati Penipuan CPNS, Pemkab Gresik Pastikan Tidak Ada Rekrutmen 2026

×

Hati-hati Penipuan CPNS, Pemkab Gresik Pastikan Tidak Ada Rekrutmen 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelantikan CPNS menjadi PNS di lingkup Pemkab Gresik. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan bahwa tidak ada pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Kepastian ini disampaikan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus mencegah maraknya penipuan berkedok penerimaan ASN.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik.

“ Kami ingin masyarakat tidak bingung dan tidak menjadi korban. Tahun 2026 tidak ada rekrutmen CPNS di Pemkab Gresik. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal pemerintah,” ujarnya, Selasa (14/4).

BACA JUGA :  Pemuda Pencari ikan Nemukan Benda Jenis Mortir di Sungai Mas

Sementara itu, Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menambahkan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran sebagai penegasan resmi kepada masyarakat.

Menurutnya, segala bentuk tawaran bantuan untuk meloloskan menjadi CPNS, terlebih dengan meminta sejumlah uang, dipastikan merupakan penipuan.

“ Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya. Jika ada pihak yang menawarkan bantuan masuk CPNS dengan imbalan tertentu, itu tidak benar,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi penipuan, BKPSDM Gresik juga mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi. Warga yang menemukan indikasi penipuan dapat segera melapor melalui Call Center 112, pesan langsung Instagram resmi BKPSDM Gresik, atau WhatsApp di nomor 0812-3219-5181.

BACA JUGA :  Dit Lantas Polda Sumsel Raih Penghargaan dari Kakorlantas Polri 

Pemkab Gresik juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban maupun menemukan modus serupa, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan adanya penegasan ini, Pemkab Gresik berharap masyarakat lebih waspada serta saling mengingatkan, sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).