Pendidikan

UMPTKIN 2026 Resmi Dimulai, UIN KHAS Jember akan Terima 1.761 Camaba

×

UMPTKIN 2026 Resmi Dimulai, UIN KHAS Jember akan Terima 1.761 Camaba

Sebarkan artikel ini
Suasana UMPETIN 2026 di UIN KHAS Jember. (Foto aurel)

Jember,Sekilasmedia.com-Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) telah resmi dimulai pada Senin (8/6/2026).

Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sebagai salah satu lokasi ujian berlangsung di Gedung BEC (Business and Education Center).

UIN KHAS Jember sendiri akan menerima sebanyak 1.761 Calon Mahasiswa Baru (Camaba) untuk jalur UM-PTKIN dengan jumlah pendaftar 3.358.

Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti ujian UM-PTKIN di kampus UIN KHAS sebanyak 1.332.

Pelaksanaan ujian berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 8 hingga 11 Juni 2026.

“Per harinya itu ada 3 sesi. Jadi ada 12 sesi. Nah, di masing-masing sesi itu terbagi dalam 6 ruangan. Jadi 20 orang per ruangan,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa pendaftar UMPTKIN yang memilih akan kuliah di UIN KHAS Jember sebanyak 1.467.

Dari jumlah pendaftar tersebut berasal dari berbagai daerah.

“Tidak hanya di sekeliling Jember sini, tapi juga Banyuwangi, kemudian Bali, Probolinggo, Madura,dan lain semacamnya. Jadi alhamdulillah, dari berbagai daerah yang daftar ke UIN KHAS kita,” ujarnya.

BACA JUGA :  SMAN 1 Kutorejo Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Workshop Berbasis Teknologi

Adapun persentase kehadiran peserta yang mengikuti ujian UM-PTKIN untuk di sesi pertama dan kedua diprediksi mencapai hampir 90 persen hadir.

Meskipun demikian, kata dia, ada juga peserta yang berhalangan hadir karena sakit dan penyebab lain, sehingga dirinya tidak bisa mengikuti ujian.

“Mungkin yang sakit 16 totalnya ya. Tapi ini bukan akumulasi di satu ruangan, tetapi dari masing-masing ruangan,” tuturnya.

Di sisi lain, Dr. Nawawi menyampaikan di UIN KHAS Jember selain mahasiswa dari dalam negeri yang diterima, pihak kampus juga menerima dari luar negeri.

“Kita punya mahasiswa yang kuliah di kita (UIN KHAS). Ini dari luar negeri sebanyak 17 (mahasiswa) dari 7 negara,” ujarnya.

Dari 7 negara tersebut, di antaranya, Nigeria, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Afrika, Pakistan, India.

Menurutnya, ada jalur khusus yang akan dilaksanakan oleh pihak kampus untuk penerimaan Camaba dari luar negeri.

“Dan ini biasanya tidak barengan dengan UM-PTKIN ini. Biasanya akan menyusul, karena ini menyangkut koordinasi dengan antarnegara gitu ya,” ujarnya.

BACA JUGA :  ICORCS Ke-4, Universitas KH Abdul Chalim Hadirkan Ulama Besar Dari Berbagai Negara

Sementara itu, Prof. Kusaeri, Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring, yang sekaligus Tim Monitoring UM-PTKIN mengatakan untuk pelaksanaan ujian hingga saat ini masih berjalan lancar.

“Ini tentu berkat kerja keras dan luar biasa dari panitia lokal mulai persiapan sampai pelaksanaan ini. Karena sejumlah 1432 orang yang mau ujian ini kan tidak mudah memanage ya,” tuturnya.

Dia menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim monitoring dalam melakukan pengawasan fokus pada pelaksanaan ujian berlangsung.

“kami fokus pada bagaimana pelaksanaan apakah ada kecurangan, kendala, apakah di tim panitia lokal juga mengalami kebingungan. Itu kira-kira yang paling utama,” tegasnya.

Menurutnya, kendala yang sering terjadi di lapangan ialah camaba tidak mengerti jadwal ujian.

“Nah, ini alhamdulillah hanya 16 (peserta yang tidak hadir) dan mungkin nanti akan dialokasikan pada sesi terakhir. Biasanya yang hari ini mungkin rumahnya jauh atau sakit, tiba-tiba sakit kan tidak bisa dipaksa,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia nanti akan ada sesi khusus yang disiapkan oleh panitia nasional agar tetap bisa menysul ujian tersebut.