Ekonomi

Permintaan LPG 3 Kg Melonjak di Malang Raya, Dipicu Liburan dan Pesta Pernikahan

×

Permintaan LPG 3 Kg Melonjak di Malang Raya, Dipicu Liburan dan Pesta Pernikahan

Sebarkan artikel ini
Salah satu aktivitas Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kabupaten Malang (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com- Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan memasuki masa libur sekolah, permintaan gas LPG bersubsidi 3 kilogram di wilayah Malang Raya mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan konsumsi tidak hanya dipicu oleh meningkatnya aktivitas rumah tangga selama masa liburan, tetapi juga tingginya jumlah pesta pernikahan dan hajatan masyarakat yang berlangsung sepanjang bulan ini.

Kondisi tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah pangkalan LPG di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Meski permintaan meningkat dibandingkan hari-hari biasa, distribusi LPG bersubsidi hingga saat ini masih berjalan lancar dan stok dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu pemilik pangkalan LPG di Kabupaten Malang, Minfahul Huda (46), mengatakan kenaikan permintaan mulai terlihat sejak awal masa libur sekolah. Banyak keluarga yang lebih sering beraktivitas di rumah maupun menerima kunjungan kerabat, sehingga kebutuhan memasak turut meningkat.

BACA JUGA :  JMSI dan Diskop UKM Jatim Kembangkan Kemitraan UKM dan Pengusaha

“Permintaan LPG 3 kilogram memang mengalami kenaikan sejak musim liburan sekolah dimulai. Selain itu, Malang menjadi salah satu tujuan wisata favorit sehingga kedatangan wisatawan turut mendorong peningkatan aktivitas usaha kuliner maupun kebutuhan rumah tangga,” ujar Minfahul Huda, Kumati (12/6/2026).

Menurutnya, tingginya intensitas penyelenggaraan pesta pernikahan dan berbagai kegiatan hajatan masyarakat juga menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan konsumsi LPG. Kebutuhan memasak dalam jumlah besar untuk layanan katering dan jasa boga membuat penggunaan LPG meningkat dibandingkan periode normal.

“Bulan ini cukup banyak agenda pernikahan dan hajatan. Otomatis kebutuhan LPG untuk memasak dalam skala besar ikut naik, terutama dari pelaku usaha katering yang melayani berbagai acara masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, ia memastikan pasokan LPG bersubsidi masih dalam kondisi terkendali. Distribusi dari agen ke pangkalan berjalan sesuai jadwal sehingga belum ditemukan kendala berarti di lapangan.

BACA JUGA :  Bulan Ramadan Pemkab Jombang Sidak Pasar Tradisional, Pastikan Ketersediaan Harga Bahan Pangan

Para pemilik pangkalan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pasokan yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha mikro selama periode libur sekolah dan peringatan Tahun Baru Islam.

Meningkatnya permintaan LPG 3 kilogram pada momentum liburan dan musim hajatan merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Karena itu, stabilitas distribusi dan ketersediaan stok menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta mendukung keberlangsungan usaha kecil yang bergantung pada penggunaan LPG bersubsidi.

Dengan pasokan yang tetap terjaga, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa liburan dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi rumah tangga yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.