Pendidikan

Disdik Purwakarta Gandeng Lapas, Penuhi Hak Pendidikan Anak dan Putus Rantai Kemiskinan

×

Disdik Purwakarta Gandeng Lapas, Penuhi Hak Pendidikan Anak dan Putus Rantai Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menjalin kerja sama dengan Lapas (foto; Ade/Sekilasmedia.com)

 

PURWAKARTA, Sekilasmedia.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam upaya menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS), memenuhi hak pendidikan anak, serta mendukung pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Kerja sama tersebut ditetapkan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Senin (15/6/2026).

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh dibatasi oleh keadaan maupun tempat seseorang berada.

“Pendidikan adalah hak seluruh warga negara dan tidak boleh dibatasi oleh keadaan atau tempat tinggal. Oleh karena itu, kami menjalin kerja sama yang terencana, terpadu, dan resmi antara satuan pendidikan di wilayah kami dengan Lembaga Pemasyarakatan,” ujar Sadiyah.

Menurutnya, kerja sama tersebut bukan sekadar program rutin, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan seluruh anak dan warga binaan usia sekolah tetap mendapatkan kesempatan belajar yang layak.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak Purwakarta kehilangan hak pendidikannya. Siapapun dan di manapun keberadaannya, termasuk yang sedang menjalani masa pembinaan, tetap harus mendapatkan kesempatan belajar, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.

BACA JUGA :  110.459 orang Lulus SNMPTN 2021, Siswa Asal Jawa Timur Terbanyak

Sadiyah menambahkan bahwa pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam menuntaskan kemiskinan. Melalui pendidikan yang berkualitas, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup, memperoleh keterampilan, dan menjadi generasi yang mandiri serta produktif.

“Menuntaskan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus diawali dengan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh anak, termasuk yang berada di lingkungan pemasyarakatan, tetap memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan potensinya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak menganggap program tersebut sebagai kegiatan biasa. Menurutnya, masih banyak potensi yang dimiliki warga binaan yang perlu dibantu dan diarahkan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.

“Jangan pernah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Potensi yang dimiliki warga binaan sangat besar, namun masih banyak ruang yang perlu diisi dengan pembelajaran bermutu, pelatihan keterampilan, serta pembinaan karakter dan nilai-nilai kebaikan. Kami harus memastikan setiap program benar-benar berjalan hingga menyentuh sasaran yang dituju,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kerja sama tersebut meliputi penyediaan tenaga pendidik dan narasumber, materi pembelajaran, program pendidikan kesetaraan, sarana praktik, hingga penyusunan kurikulum pendukung yang selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan ketentuan di bidang pemasyarakatan. Program juga mencakup pembinaan keilmuan, keterampilan kerja, pendidikan keagamaan, budaya, serta penguatan karakter peserta didik.

BACA JUGA :  Pembukaan KKN Kelompok 4 Mahasiswa STIES Indonesia Purwakarta di Desa Parakan Garokgek, Siap Berkontribusi

Seluruh kegiatan akan dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan, terkoordinasi secara baik, serta diawasi secara berkelanjutan guna menjamin pelaksanaan yang transparan, tertib, dan akuntabel.

Selain memperluas akses pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pembinaan prestasi peserta didik. Pada kesempatan tersebut, Sadiyah turut memberikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai ajang kompetisi tingkat kabupaten sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda Purwakarta.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus kesempatan untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.

“Setiap anak memiliki potensi yang harus didukung dan dikembangkan. Karena itu, kami tidak hanya fokus mengembalikan anak ke bangku sekolah melalui program penuntasan ATS, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berprestasi sesuai bidang yang diminatinya,” ujar Sadiyah.

Melalui kerja sama ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama pembangunan manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Diharapkan, tidak ada lagi anak yang kehilangan akses pendidikan sehingga pendidikan benar-benar menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik sekaligus sarana memutus rantai kemiskinan antargenerasi.