Pariwara

Kemampuan Lidah Buaya (Aloe vera) Menyembuhkan Luka

×

Kemampuan Lidah Buaya (Aloe vera) Menyembuhkan Luka

Sebarkan artikel ini
dr. Lili Soetjipto, M.Si, Dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra Foto: (Sekilas Media Bondowoso)

 

Karya Tulis, Sekilasmedia.com — Indonesia mempunyai banyak tanaman tradisional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, dan masyarakat di Indonesia akhir-akhir ini banyak menggunakan tanaman asli Indonesia untuk menjaga kesehatan tubuh serta pengobatan (pengobatan alternatif). Bagian tanaman yang dapat digunakan untuk kesehatan dapat diambil dari akar, daun, batang, buah, dan bunga. Salah satu tanaman yang banyak dijumpai serta sering digunakan untuk kesehatan adalah lidah buaya (Aloe vera).

Lidah buaya dengan nama latin yang cukup dikenal dengan nama Aloe vera biasanya diambil dagingnya untuk mengobati jerawat, masker kulit wajah, serta tonik untuk mencegah serta menyembuhkan rambut rontok. Getah lidah buaya, dengan proses tertentu karena rasanya sangat pahit, dapat digunakan untuk membantu meregulasi kadar gula pada penderita diabetes melitus. Selain itu, daging lidah buaya juga disajikan sebagai makanan atau minuman pencuci mulut, seperti agar-agar.

Berdasarkan penelitian, lidah buaya (Aloe vera) mengandung suatu bahan yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, antibiotik, menurunkan proses inflamasi sehingga dapat menghilangkan bengkak, serta merangsang imunitas seluler sehingga mempercepat proses penyembuhan luka, termasuk luka bakar, jerawat, rambut rontok, dan pencegahan kanker kulit.

Jerawat adalah proses terjadinya infeksi pada kelenjar lemak di kulit wajah. Apabila tidak diobati dengan baik, akan menimbulkan luka karena proses inflamasi sehingga terjadi bengkak, kemudian menyebabkan kerusakan epitel kulit, mukosa, serta struktur di bawahnya, termasuk pembuluh darah. Pada proses penyembuhan luka, tubuh akan membentuk pertahanan tubuh untuk meredakan inflamasi. Selanjutnya akan terjadi rekonsiliasi atau pemulihan jaringan supaya kembali seperti semula. Pada proses penyembuhan luka, setelah proses inflamasi berkurang, dimulailah pertumbuhan pembuluh darah baru (neovaskularisasi) yang rusak pada saat terjadi luka sehingga aliran darah pada daerah luka meningkat. Maka, proses rekonsiliasi, seperti pembentukan mukosa dan lapisan kulit lain, menjadi lebih cepat. Pada akhirnya, luka akan menutup.

BACA JUGA :  Kini Hadir Kampung trader, Ini Penjelasannya

Obat penghilang rasa sakit golongan NSAID (Non-Steroid Anti-Inflammatory Drugs = OAINS: Obat Antiinflamasi Nonsteroid) bekerja menghambat pembentukan prostaglandin pada proses inflamasi dengan tujuan menurunkan inflamasi. Prostaglandin merupakan pelindung pada mukosa lambung. Penurunan produksi prostaglandin dapat berakibat terjadinya luka pada lambung karena penurunan daya tahan mukosa lambung sehingga asam lambung menggerus mukosa lambung dan menimbulkan rasa nyeri. Bahkan dapat terjadi perdarahan lambung akibat kerusakan dinding lambung.

Pada orang tua sering dijumpai penyakit degeneratif karena proses penuaan, seperti osteoarthritis atau radang sendi, terutama pada sendi lutut, yaitu kerusakan tulang rawan sendi yang menimbulkan keluhan nyeri hebat pada sendi lutut karena lutut menerima beban berat badan terus-menerus sejak manusia dapat berjalan. Hal ini tentu sangat mengganggu, menyiksa, mengurangi aktivitas, serta menurunkan kualitas hidup orang tua. Untuk menghilangkan nyeri tersebut, maka diperlukan penggunaan obat penghilang rasa nyeri, yaitu golongan OAINS, yang pada akhirnya dapat menimbulkan nyeri pada lambung akibat terjadinya luka. Pemberian obat lambung untuk mengatasi nyeri lambung pada luka lambung akibat penggunaan obat penghilang rasa sakit OAINS tentu menambah jumlah obat yang harus diminum rutin oleh orang tua karena adanya penyakit degeneratif lain, seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, dan kolesterol, yang tentu akan menimbulkan banyak efek samping, interaksi obat, serta dapat mengganggu atau menurunkan fungsi ginjal.

BACA JUGA :  Literasi Digital Kabupaten Probolinggo

Berdasarkan masalah tersebut, maka Dr. Lili Soetjipto melakukan penelitian tentang manfaat lidah buaya (Aloe vera) terhadap penyembuhan luka lambung akibat penggunaan obat penghilang rasa nyeri golongan NSAID/OAINS yang menunjukkan hasil yang cukup memuaskan dan dapat memberikan harapan baru bagi pengobatan tradisional.

Penelitian tersebut menggunakan mencit yang diinduksi dengan obat golongan NSAID, yaitu parasetamol, sehingga timbul luka pada lambung mencit. Kemudian, mencit tersebut diberi ekstrak daging lidah buaya (Aloe vera) selama 5 hari berturut-turut. Untuk membuktikan hasil penelitian, dilakukan perbandingan ukuran lebar luka lambung pada mencit sebelum dan sesudah pemberian lidah buaya. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan adanya pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi).

Hasil penelitian menunjukkan perubahan ukuran luka lambung menjadi lebih kecil pada lambung mencit yang mendapatkan ekstrak lidah buaya, serta adanya pertambahan dan pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi). Hal ini menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu penyembuhan luka lambung akibat obat penghilang rasa nyeri.

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat, efek samping, serta dosis tepat lidah buaya (Aloe vera) yang diperlukan untuk menyembuhkan luka pada lambung akibat pemberian obat penghilang rasa nyeri NSAID. Namun, tidak menutup adanya harapan bahwa penggunaan lidah buaya sebagai makanan atau minuman dapat membantu mengurangi penggunaan obat untuk mengatasi nyeri akibat luka lambung.

Karya Artikel Kesehatan ini ditulis Oleh: dr. Lili Soetjipto, M.Si (Dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra)