TENTARAKU

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap VI di Tumapel Diawali Doa Bersama

×

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap VI di Tumapel Diawali Doa Bersama

Sebarkan artikel ini
Doa bersama menjadi awal dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap VI di Desa Tumapel. Kehadiran jembatan ini diharapkan memperlancar akses warga, mendukung aktivitas pertanian, serta memudahkan mobilitas pelajar. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VI di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (11/07/2026). Sebelum pekerjaan fisik dimulai, personel TNI bersama masyarakat menggelar doa bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan selama proses pembangunan jembatan gantung berlangsung.

Suasana penuh khidmat tampak saat personel Babinsa, anggota Denzibang, serta warga setempat duduk melingkar mengikuti doa bersama di sekitar lokasi pembangunan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, Kapten Inf Budiyono, mengatakan, doa bersama merupakan bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan aman, lancar, dan selesai sesuai rencana.

“Pembangunan jembatan ini membangun kebersamaan. Melalui doa bersama, kami berharap seluruh personel dan masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Satgas TMMD Nyatakan Puas Bisa Ikut Sumbangkan Darahnya

Lebih lanjut, Kapten Inf Budiyono menjelaskan, pembangunan jembatan gantung di Desa Tumapel merupakan salah satu bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda untuk membuka akses masyarakat secara langsung.

Menurutnya, jembatan gantung tersebut akan menjadi penghubung strategis antara sisi selatan Kecamatan Dlanggu dengan sisi utara Kecamatan Bangsal, sehingga mobilitas masyarakat, khususnya petani dan warga yang beraktivitas di kedua wilayah, akan semakin mudah dan efisien.

Selain itu, keberadaan jembatan ini juga diprioritaskan sebagai sarana penunjang pendidikan, karena akan menjadi akses yang lebih aman dan cepat bagi anak-anak sekolah saat berangkat maupun pulang sekolah.

“Hingga saat ini terdapat 11 titik sasaran pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0815/Mojokerto yang dilaksanakan secara bertahap. Jembatan gantung di Desa Tumapel ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan sisi selatan Kecamatan Dlanggu dengan sisi utara Kecamatan Bangsal. Selain memperlancar aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, jembatan ini juga kami prioritaskan untuk mendukung akses pendidikan, sehingga anak-anak sekolah dapat berangkat dan pulang dengan lebih aman, nyaman, dan efisien,” jelas Kapten Inf Budiyono.

BACA JUGA :  Kodim 0820/Probolinggo Selenggarakan Sholat Idhul Adha 1440H dan Penyembelihan Hewan Kurban

Jembatan gantung yang akan dibangun memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter dan akan menghubungkan akses masyarakat di kawasan Sungai Kali Gede. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga, termasuk para pekerja pertanian yang setiap hari beraktivitas di lahan pertanian Desa Tumapel.

Dengan kondisi cuaca yang cerah dan situasi wilayah yang aman serta kondusif, Kodim 0815/Mojokerto optimistis pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VI dapat berjalan sesuai tahapan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan menjadi solusi bagi mobilitas warga sekaligus memperkuat aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di wilayah Desa Tumapel dan sekitarnya.

Penulis: Wibowo Editor: Erik